Selasa, 18 Oktober 2011

Baju Bodo Sulawesi Selatan

BAJU BODO SULAWESI SELATAN



Baju Bodo merupakan busana khas wanita di daerah Makasar, Mandar dan Bugis dipropinsi Sulawesi Selatan.Baju Bodo disebut pula Bodo Gesung atau baju yang berlengan pendek dan menggelembung karena pada bagian punggungnya menggelembung.Baju Bodo merupakan busana tertua usianya di bandingkan busana adat lainnya di daerah Sulawesi.

Busana adat ini terdiri dari blus sebagai busana bagian atas dan sarung sebagai busanabagian bawahnya.Sementara blusnya terdiri dari jenis baju Bodo dan baju Labbu.Baju Labbu merupakan baju Bodo berlengan panjang.Baju Bodo seperti telah di jelaskan di muka termasuk busana tradisional Indonesia yang tergolong jenis busana kutang pada bagian blusnya dan busana bungkus pada bagian sarungnya.Ketentuan atau tata cara berbusana pada masyarakat Sulawesi telah diatur dalam sebuah kitab suci yaitu Patuntung atau tuntunan yang merupakan pedoman dalam menjalankan kaidah kerohanian. Selain itu kitab suci tersebut berisi mantera untuk pengobatan, mandi dan pernikahan. Kitab suci tersebut berasal dari warisan kepercayaan asli yaitu animisme dan dinamisme sebagai sistem religi dan agama serta kepercayan yang benar yang terbagi kedalam Toani Tolotang, Patuntung dan Aluk Todolo

Pada awalnya baju Bodo terbuat dari kain kasa merah atau hitam rangkap dua dandikanji. Panjangnya hingga ke tanah , sehingga merupakan 2 x panjang busana dengan lebar  1 m. Kain itu kemudian dilipat menurut panjangnya. Kedua sisanya dijahit, lalu disisakan 12 cm sebagai lubang lengan.Bagian lubang lengan waktu memakainya agak disingsingkan sehingga lengan menggelembung. Sarung tidak diikat pada pinggang namun hanya dipegang saja dengan tangan kiri

ciri khas baju bodo :

a. Berbentuk segi empat.

b. Tidak berlengan .

c. Sisi samping blus dijahit.

d. Bentuk bagian badan blus menggelembung.

e. Bagian atas dilubangi untuk memasukkan kepala yang sekaligus juga merupakan garis untuk lubang leher.

f. Tidak memiliki sambungan jahitan pada bagian bahu

g. Memakai hiasan berupa kepingan – kepingan logam berbentuk bulat berwarna emas di seluruh pinggiran dan permukaan blus.

Kain yang dipergunakan untuk baju Bodo merupakan kain sutera yang tipis atau dariserat nanas namun tidak tembus pandang karena dibuat rangkap dua. Warna dan panjangnya Baju Bodo menunjukkan status perkawinan atau kedudukan si pemakai, seperti :

No. Pemakai Warna Baju Bodo

1. Wanita yang sudah bersuami Merah tua (baju Bodo panjang)

2. Wanita puteri keraton Merah jambu (baju Bodo pendek)

3. Gadis di lingkungan keraton Hijau muda (baju Bodo pendek)

4. Gadis dari kalangan biasa Kuning (baju Bodo pendek)

5. Ibu mempelai wanita Hitam (baju Bodo panjang)

6. Pengantin wanita Merah darah (baju Bodo pendek)

7. Ibu pengasuh puteri keraton Putih (baju Bodo pendek)

Adanya pembagian warna pada pemakaian baju Bodo karena pada mulanya pendudukSulawesi merupakan campuran dari berbagai ras, maka dalam perkembangannya kemudian terdapat sejumlah kesatuan sosial.Secara horizontal ditandai dengan adanya perbedaan suku dan masing-masing memiliki kebudayaan sendiri dan kepercayaan keagamaan yang bermacam-macam seperti kepercayaan asli yaitu animisme dan dinamisme, Islam dan Kristen.

Sarung yang dipergunakan sebagai paduan baju Bodo terbuat dari benang biasa atausutera asli yang berasal dari serat alam, serat pisang hutan, serat akar anggrek liar.Sarung merupakan sarung tenun Mandar dan tenunan Bugis.Warna sarung yang dipergunakan biasanya memiliki warna dasar hitam, coklat tua atau biru tua.Apabila sarung dibuat dengan warna mengkilap disebut Lipa Sabbe.Ciri khas motif yang dipakai adalah corak kotak-kotak besar atau kecil dengan hiasan emas pada garisnya.

Kelengkapan busana yang biasa dipakai untuk baju Bodo sebagai aksessoris dan millineris adalah :

a. Selendang tipis dengan ujung – ujungnya dihiasi bundaran emas atau perak.

b. Tali ikat untuk mengencangkan lilitan sarung.

c. Ikat pinggang emas dengan pendingnya yang penuh dengan perhiasan.

d. Kipas.

e. Berbagai perhiasan emas, seperti ;

1) Sanggul berhiaskan bunga dengan tangkainya (pinang goyang).

2) Anting panjang (bangkarak).

3) Kalung berantai (geno ma’bule).

4) Kalung panjang (rantekote).

5) Kalung besar (geno sibatu).

f. Alas kaki dahulu tidak beralas kaki, namun sekarang menggunakan alas kaki berupa

selop atau sepatu pantoffel berwarna hitam.

Gelang Pinggiran Lengan

Gelang Tangan


Hiasan Rambut atau Bando

Ikat Pinggang

Kalung Rantai

Bunga Untuk Sanggul


Tata rias rambut yang biasa dipergunakan sebagai kelengkapan berbusana baju Bodo

adalah :

1. Sanggul yang letaknya rendah dengan hiasan tusuk sanggul emas besar berupa

kuntum bunga-bunga palsu dari kain, dan kembang goyang berupa bando yang

berbentuk setengah lingkaran dipakai membujur dihiasi bunga-bunga emas.

2. Untuk acara resmi rambut ditata dengan model sasak sedikit tinggi (sigara).

3. Atau sanggul agak rendah dan diletakkan agak ke sebelah kanan, berhias tusuk konde

dan di bagian pelipis kanan dan kiri diselipkan kembang goyang emas. Sederet bunga

serempa dan bunga seruni menghiasi seputar sanggul.

Pemakaian baju Bodo di Sulawesi lebih banyak dipakai untul ritual, seperti pada upacarakematian, perkawinan dan perayaan lainnya, semua kegiatan dalam upacara-upacara adat tersebut dilakukan secara gotong-royong karena mereka memegang konsep idela kebudayaan saling membantu pekerjaan untuk meringankan pekerjaan atau dikenal dengan istilah Mapalus. Luapan kegembiraan ditampakkan dengan tari dan nyanyi serta makan dan minum yang bersifat istimewa.Perkawinan yang membentuk keluarga batih menjadi peristiwa kehidupan yang dipandang salah satu hal yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan.Perasaan, harga diri, martabat pribadi, keluarga dan kelompok ikut dipertaruhkan dalam penyelenggaraan perkawinan. Selain itu penampilan status dan kedudukan seseorang dalam masyarakat turutdi tampilkan melalui cara berbusana.

Tata cara pemakain baju Bobo juga erat kaitannya dengan konsep budaya lain yaitu Sirikyaitu suatu pandangan bahwa tingkah laku dapat diamati sebagai perwujudan kebudayaan yang mengandung lima hal pokok yaitu ade’, bicara, warik, rappang dan sarak. Kelima hal pokok ini di Bugis disebut Pangngaredeng, dan di Makassar disebut Pangngadakkang.Sirik merupakan motivasi untuk menegakkan kesadaran mempertahankan martabat salah satunya melalui busanaBusana yang dibuat sesuai aslinya hanya dapat dilihat di museum.Pemakaian warna baju Bodo sekarang ini tidak memperhatikan aturan status sosial.Kain yang digunakan tidak lagi dari kain transparan ditambah pula pemakaian pakaian dalam khusus yang dipakai bersamaan dengan sarung sutera.

Perkembangan baju Bodo baik pemakaiannya di masyarakat luas maupun bentuk danmodelnya tidak terlepas dari peran perancang busana nasional yang aktif berkreasimembuat modifikasi baju Bodo sebagai salah satu cara mempertahankan budaya nasional. Salah satu perancang yang aktif melakukan inovasi pada baju Bodo adalah Edward Hutabarat.Beliau melakukan riset untuk mengangkat baju Bodo ke jenjang internasional agar busana tradisional Indonesia dikenal di mancanegara dan di lingkungan Indonesia sendiri baju Bodo menjadi populer dan menjadi busana nasional.

a. Bagian blus baju Bodo

1) Garis lingkar lubang leher mempergunakan garis V.

2) Bentuk dasar baju Bodo secara geometris adalah bujur sangkar bila dibentuk 2 dimensi (shape) dan berbentuk kubus bila dibentuk 3 dimensi (form).

3) Bentuk lengan pada baju Bodo adalah model Setali atau Kimono Sleeve. Bentuk lengan yang pendek menggelembung terbentuk karena pada saat pemkaian agak disingsingkan ke atas.

4) Bentuk menggelembung pada bagian belakang terjadi karena letak lingkar lubang leher tidak pada lipatan kain namun di letakkan pada bagian atas lapisan kain bagian muka.

b. Bagian sarung

1) Sarung yang dipergunakan sebagai padanan baju Bodo biasanya mempergunakan lipitan kain pada bagian tengah belakang badan.

2) Panjang sarung merupakan ukuran Longdress.

3) Bentuk sarung yang biasanya dipergunakan berupa kain yang berbentuk persegi panjang disambungkan bagian ujung sisi-sisinya sehingga membentuk silinder

Referensi :

· Suciati S.pd,M.Ds, Analisa Morfologi Baju Bodo Sebagai Busana Daerah Sulawesi Selatan, Prodi Pendidikan Tata Busana Universitas Pendidikan Indonesia

· Gambarwww.google.com

0 komentar:

Poskan Komentar