Trend 2014 Cardiomind

Jumat, 30 Mei 2014


By : Annisa Rafika Sarinastiti
Cardiomind - Matrix
Trend 2014
Bahan : Satin Bridal - Kulit Sintetis




Cara Menggambar Karakter Wajah dan Pose Tubuh

Minggu, 11 Mei 2014

KARAKTER WAJAH
1.     Wajah Asia
Ciri-ciri wajah Asia, yaitu:
1.     Relative membulat, jika dagunya meruncing tidak membentuk sudut
2.   Perona pipi ( blash on) menyebar rata, sehingga tidak menonjolkan tulang rahang/ tulang pipi
3.     Alis tipis melengkung datar mengarah keatas
4.     Mata sipit dengan sudut luar mengarah keatas tanpa lipatan kelopak mata
5.     Bola mata berwarna gelap
6.     Earliner atas lebih gelap dengan bulu mata pendek nyaris tidak kelihatan
7.     Kuping hidung datar dengan shading samar-samar
8.     Bibir tipis
9.     Kulit cenderung kuning atau ocher
10  Rambut lurus warna gelap

2.     Wajah Eropa
Ciri-ciri wajah Eropa, yaitu:
1.     Cenderung bersudut dengan rahang tajam
2.     Alis melengkung datar cenderung bersudut
3.     Jarak mata dan alis cenderung dekat
4.     Ukuran mata sedang dengan lipatan kelopak mata
5.     Bulu mata panjang, lentik dan rata
6.     Bola mata berwarna terang dengan earliner lebih tua disbanding bola mata
7.     kuping hidung tajam dengan shading tulang hidung jelas
8.     Bibir berukuran sedang cenderung bersudut
9.     Perona pipi memunculkan efek tulang pipi
10.  Warna kulit mengarah ke salmon
11.Rambut berwarna terang

3.     Wajah Afrika (Afro)
Ciri-ciri wajah Afrika (Afro), yaitu:
1.     Cenderung bulat dengan tulang-tulang wajah tampak menonjol ekstrim
2.     Alis melengkung tinggi
3.     Jarak mata dengan alis jauh
4.     Kelopak mata lipatannya jelas dan tebal
5.     Bola mata berwarna gelap
6.     Earliner wanra gelap dengan bulu mata panjang, lentik namun jarang
7.     Hidung dengan tulang cuping datar dengan shading tulang hidung samar-samar
8.     Perona pipi lebih menonjolkan tulang pipi
9.     Bibir tebal membulat
10.  Kulit gelap cenderung coklat tua atau hitam
11.    Rambut keriting
POSE TUBUH

Macam-macam Pose          :
1. POSE STANDAR
Pose dalam ilustrasi mode yang digunakan untuk busana kerja, busana siap pakai, maupun busana sehari – hari
2. POSE FEMININ
Pose dalam ilustrasi modeyang digunakan untuk busana pesta, kebayaatau busana daerah serta busana – busana dengan stell interli
3. POSE MASKULIN
Pose dalam ilustrasi mode yang digunakan untuk busana casual unik, busana dengan stell ekstrim seperti harazuku, pank, under grow, serta busana – busana dengan karakter maskulin

Kriteria Pembuatan      :
1.       Pose standar : Kebanyakan wajah tampak depan, tidak mendongak kaki segaris (tidak terbuka) gerak jari tidak dilentikan
2.       Pose feminine : Kebanyakan wajah agak menunduk, mata agak tertutup, jari dilentikan, kaki sedikit terbuka
3.       Pose maskulin : wajah mendongak keatas, tangan dipinggang, kaki ekstrim (dibuka), posisi kaki tumpuan (lebih tinggi atau panggul)
4.       Kaki tumpuan
Memiliki posisi yang mendekati sumbu imajiner (garis sumbu) atau minimal sejajar dan pada umumnya memiliki posisi panggul yang lebih tinggi dibandingkan dengan panggul yang bebas.
5.       Garis imajiner

Garis yang tidak perlu digambar yang melewati tengah leher atau pusat dengan posisi vertikal, sejajar vertikalnya tepi bidang gambar. 

Pengetahuan Tekstil

PENGETAHUAN TEKSTIL
Tekstil adalah bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan berbagai produk kerajinan lainnya. Dari pengertian tekstil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa bahan/produk tekstil meliputi produk serat, benang, kain, pakaian dan berbagai jenis benda yang terbuat dari serat. Pada umumnya bahan tekstil dikelompokkan menurut jenisnya sebagai berikut:
  1. Berdasar jenis produk/ bentuknya: serat staple, serat filamen, benang, kain, produk jadi (pakaian/ produk kerajinan dll).
  2. Berdasar jenis bahannya: serat alam, serat sintetis, serat campuran.
  3. Berdasarkan jenis warna/motifnya: putih, berwarna, bermotif/bergambar.
  4. Berdasarkan jenis kontruksinya: tenun, rajut, renda, kempa. benang tunggal, benang gintir.
Pengetahuan tentang jenis dan sifat serat tekstil sangat diperlukan untuk mengenali, memilih, memproduksi, menggunakan dan merawat berbagai produk tekstil seperti serat, benang, kain, pakaian dan tekstil lenan rumah tangga lainnya. Karakteristik dan sifat bahan tekstil sangat ditentukan oleh karakteristik, sifat serat penyusunnya serta proses pengolahannya seperti dari serat dipintal menjadi benang, dari benang ditenun menjadi kain kemudian dilakukan proses penyempurnaan hingga menjadi produk jadi. Oleh karena itu untuk memahami lebih jauh tentang bahan tekstil diperlukan pengetahuan tentang karakteristik dan sifat berbagai jenis serat dan teknik pengolahannya menjadi bahan tekstil.
Karakteristik dan sifat serat menentukan proses pengolahannya baik dari sisi pemilihan peralatan, prosedur pengerjaan maupun jenis zat-zat kimia yang digunakan. Selama proses pengolahan tekstil sifat-sifat dasar serat tidak akan hilang.
Syarat-syarat jenis serat agar dapat diolah menjadi produk tekstil adalah sebagai berikut :
1. Perbandingan panjang dan lebar yang besar
2. Kekuatan yang cukup
3. Fleksibilitas tinggi
4. Kemampuan Mulur dan elastis
5. Cukup keriting agar memiliki daya kohesi antar serat
6. Memiliki daya serap terhadap air
7. Tahan terhadap sinar dan panas
8. Tidak rusak dalam pencucian
9. Tersedia dalam jumlah besar
10. Tahan terhadap zat kimia tertentu
Pemilihan kualitas bahan tekstil pada umumnya dilakukan dengan metode:
1.   Metode uji sensoris
Metode ini biasanya dilakukan oleh konsumen tekstil (masyarakat umum) ketika membeli bahan tekstil dari toko, pasar, pedagang atau lainnya. Dalam memilih bahan tekstil biasanya konsumen melakukan dengan cara dilihat, dipegang, diraba, diremas, diterawang, dibentang dan lainya yang hanya mengandalkan kemampuan panca indera manusia. Disamping itu biasanya konsumen juga melihat berdasar struktur harga (semakin mahal semakin baik), merk yang telah dikenal dan lainnya. Validitas metode uji sensoris ini sangat tergantung pada pengalaman si konsumen
2.   Metode uji teknis/ laboratories
Metode ini dilakukan oleh para produsen (industri), pedagang, akademisi dan pelajar untuk menentukan kualitas bahan tekstil. Metode uji teknis/laboratories ini memerlukan peralatan pengujian, standar pengujian, ruang pengujian di samping kemampuan panca indera. Untuk pengujian teknis ini dibedakan menjadi pengujian secara fisika dan pengujian secara kimia. Hasil pengujian teknis ini dapat dipertanggungjawabkan dan memiliki tingkat validitas yang tinggi serta memenuhi standar-standar kualitas (SII/SNI, ISO, JIS, ASTM, AATCC dll) yang berlaku pada tingkat lokal, nasional dan internasional






1. Jenis-jenis Serat
Pada dasarnya serat tekstil berasal dari tiga unsur utama, yaitu serat yang berasal dari alam(tumbuh-tumbuhan dan hewan), serat buatan(sintetis) dan galian (asbes, logam).
a. Serat alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan antara lain: kapas, lenan, rayon, nenas, pisang. Serat alam yang berasal dari hewan yakni: dari bulu beri-beri, adapun bahan yang berasal dari serat tersebut adalah bahan wol.sedangkan serat dari ulat sutra menghasilkan bahan tekstil sutra
b. Serat buatan (termoplastik) bahan tekstil yang berasal dari serat buatan ini adalah berupa Dacron, polyester, nylon.
c. Serat galian
Serat galian adalah yang berasal dari dalam tanah.contoh asbes dan logam, benang logam.bahan asbes banyak digunakan untuk sumbu kompor minyak tanah, untuk mengisi aneka bunga yang berasal dari bermacam-macam bahan tekstil seperti: stoking, nylon, tula dan bahan rajutan.
Serat logam lebih banyak digunakan untuk membuat bermacammacam jenis benang, seperti, benang emas, benang perak, tembaga, aluminium, selain itu ada pula benang logam yang dilapisi dengan plastik.
Apabila benang logam tersebut akan di tenun, sebaiknya di gabung dengan benang dari bahan lain. Hal ini disebabkan benang logam tersebut memiliki sifat kaku dan sukar dipelihara.
Benang logam ini banyak ditemukan pada bahan tekstil seperti:borkat, lame, tenunan songket yang ditemukan diseluruh daerah Indonesia antara lain: songket pandai sikek, songket silungkang, songket kubang, songket palembang, songket Kalimantan, songket jambi dll.


2. Sifat bahan tekstil
a. Katun
Sifat-sifat bahan katun adalah bersifat hidroskopis atau menyerap air, mudah kusut, kenyal, dalam keadaan basah kekutannya bertambah lebih kurang 25%, dapat disetrika dalam temperatur panas yang tinggi, katun lenan tersebut mengandung lilin, oleh sebab itu tidak perlu dikanji. Katun lenan ini tidak tahan chloor. Sementara rayon lebih licin dan mengkilap, tidak menghisap debu dan kotoran, karna kotoran itu melekat hanya pada permukaan bahan saja. Sedangkan sintetis sifatnya tidak jauh berbeda dengan katun lainnya
b. Wol
Bahan wol memiliki sifat sangat kenyal hingga tidak mudah kusut, bila wol dipanaskan ia akan menjadi lunak karena kenyalnya berkurang. Wol mengikat, panas, karena serabut wol keriting. Udara dalam pori-pori wol bertahan, bila dipakai dapat mengantarkan panas, wol tidak tahan akan nyengat.
c. Sutera
Bahan sutera memiliki sifat lembut, licin dan berkilap, kenyal dan kuat. Dalam keadaan basah sutera berkurang kekuatannya 15%. Bahan sutera tahan ngenyat, banyak menghisap air dan bila dipergunakan memberi rasa sejuk.
d. Dacron, Polyester dan Nylon
Bahan tekstil ini apabila dicuci cepat menjadi kering, tidak kusut jadi tidak perlu di setrika, kuat dan tahan lama dipergunakan, lebih tahan panas.
e. Brokat, lame dan songket

Bahan tekstil/ busana yang berasal dari brokat, lame dan songket ini mudah berubah warna, tidak mudah kusut, kurang menyerap air, tidak tahan temperatur setrika yang tinggi.

Price Tag - Jessie J (By Anindya Ardhani)

Sabtu, 30 Maret 2013

http://www.youtube.com/watch?v=efV10a4_4KI

by : http://www.facebook.com/nindyaardhani

Greyson Chance - Waiting Outside The lines (By Anindya Ardhani)


http://www.youtube.com/watch?v=fAHBXmGcJcQ

by : http://www.facebook.com/nindyaardhani

Macam-macam Batik Indonesia


Sekilas Tentang Batik…
Batik adalah salah satu warisan budaya leluhur, dan kita patut bangga karena banyak macam-macam motif yang terdapat di Indonesia. Dan sekarang ini batik memiliki berbagai corak yang sangat beragam, dan saat ini bukan hanya dibuat untuk kain saja melainkan juga berbagai barang hal seperti jaket, sepatu, sarung kering, bahkan boneka. Dan berikut ini adalah penjelasan tentang jenis dan juga sedikit tentang cara pembuatannya
Dahulu batik dibuat dalam bahan berwarna  putih yang terbuat dari kapas (kain mori). Sekarang ini semakin berkembang dengan bahan-bahan semacam sutera, poliester, rayon, dan bahan sintetis lainnya. Motif batik sendiri dibentuk dengan cairan lilin yang menggunakan alat bernama canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, dengandemikian maka cairan lilin dapat meresap ke dalam serat sebuah kain. Setelah itu, kain yang sudah berhasil dilukis dengan lilin tadi, lalu dicelup dengan warna yang diinginkan oleh si pembuat, biasanya dimulai dengan warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Kemudian Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia dengan tujuan melarutkan lilin.


Motif Batik
Kawung
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjhtPa6kQztJCiHHcsxcKxGVnVzHMANR_wuXamuGAP3pkZGshM7ElGG7_G2L2vmKxgNNE06HTOd53f6j8ne7ZvweUXwGxV9U7bT733h3rVTq91601geHnwOIocNw3HmCUIyHpmfG8KNuE/s200/kawung.JPG

Kegunaan : Sebagai kain          panjang.
Unsur Motif : Geometris
.
Makna Filosofi : Biasa di
gunakan raja serta keluarganya sebagai lambang keperkasaan.
Daerah: Yogyakarta
.
Motif Batik
Bledak Sidoluhur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinsQFTwGW3APbxDilhvv5fXfyu7uvfRzcxASG71YoQXNGY-aeKFfXoxoyLLI3gQ3hCxjNf1RoVFLpz32ZQKptUNxev66vQmHQAFwpvX4lqoWposdUZwwqQReGZOwTapFl6v2I83HsLwtk/s1600/bledak-sidoluhur-latar-putih2-150x150.jpg




Kegunaan : Upacara Mitoni (upacara masa 7 bulan bagi pengantin putri saat sedang hamil pertama kali).
Filosofi : Yang menggunakannya selalu dalam keadaan gembira.





Motif Batik
Pamiluto

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivtEnyX7Np74uGWl-mwDZ_Vky5aYJ5kqlwImtdPN6FNkaoLiz7YbToLiuxD9Jz_K4gGVZIQX94RUXLlOKrb4jYg3aD4wZtGHEmVJuDdLEX-EcNgm8ayeT6gchVQ-dfr2tG9mfl4zjF2ko/s200/pamiluto.JPG

Unsur Motif : Parang, Ceplok, Truntum, dan lainnya.
Kegunaan : Sebagai kain panjang saat pertunangan.
Filosofi : Pamiluto berasal dari kata “pulut”, berarti perekat, dalam bahasa Jawa artinya kepilut (tertarik).
Daerah: Yogyakarta.


Motif Batik
Tambal

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTeh0mQ3Kht78___wAy8rTaL8EZTPGNCZrcmzzDI13LojM9B60BWLGt-tc0T1A7FKoSyR9PYB919BVk3tQt7nkJO0TRR2WmYfzMhHE67daWl-z9RvbPxFkrhBXjQUVwAEiRQ5kGEuEj60/s200/tambal.JPG

Unsur Motif : Ceplok, Parang, Meru, dll.
Ciri Khas : Kerokan.
Kegunaan : Sebagai kain          panjang.
Filosofi : Ada kepercayaan bila orang sakit mengenakan kain ini sebagai selimut, sakitnya akan cepat sembuh, karena tambal artinya menambah semangat baru.
Daerah: Yogyakarta.


Motif Batik
Truntum

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9OasT8wi5B-iMKi3EJ5qXwC6XFQE6fsN2Zblu4xXb1js4iB5wxdwajoJM3Z3jpE7lmlAv3sifZyJfZFtwxNRJ-vQ9IIJYiJQbmD_ZYe425oeRtqhKIruDsF28KF8YuVw5JaIk1jKsNgA/s200/3-truntum.jpg

Ciri Khas : Kerokan.
Kegunaan : Dipakai saat pernikahan.
Filosofi : Truntum artinya menuntun, diharapkan orang tua bisa menuntun   calon pengantin.
Daerah: Yogyakarta.


Motif Batik
Cakar Ayam

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2K3PNPz_pi0K-v37Ea5MkeJAuRilZVcgZxD8e9DNSEszPG0sKAGw62_l7CIItR67eI1IzKVtBcAW6aelEX5SB5k_ylKCKp7U86BAyUsw8dJRES6VK9f0fFMFXNaigytl3BXYOxFBM1VU/s200/cakar-ayam-solo.jpg



Kegunaan : Upacara mitoni, untuk orang tua pengantin pada saat upacara tarub, siraman.
Filosofi : Cakar ayam melambangkan agar setelah berumah tangga sampai keturunannya nanti dapat mencari nafkah sendiri atau hidup mandiri.




Motif Batik
Sido Wirasat

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHgYKCNl9wMwRJ-lDhiTuOxU5D_00PxDjYs2DLX9LIoEorA_hJZG0SFCDWknIDTzjDBpFAeUpC3jzKdpIW2LxxYUX1Y4Yfhdu8HTWpMVWOf9VpLdBUyjEc-4iOKONfJ-WPdbV6j0VdPrg/s200/sido_wirasat.gif

Kegunaan : Digunakan orang tua temanten.
Filosofi : Orang tua dapat memberi nasehat.

Motif Batik
Wahyu Tumurun

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirnznF-5HaRf8T-Dov7z4k9_qJRRKREgAbiBky0WJ0BWubeg7Fp9OJKPQKi_uNzPxuFBQh_ZSYEL6N_AiH4sgbYbfLnaPGhisT-WzZH5UhTUqAl-92nnURnRO2fWGzAUSBsAxc6sGXkt4/s200/wahyu-tumurun-gagrak.jpg

Jenis Batik : Batik kraton.
Daerah : Pura Mangkunegaran.

Motif Batik
Cuwiri

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg073QhtTpHZ-bYdBxUZ1ErohnK-YkgR2IE5QsEUJ2YgyJiKBn_WkgqXKBQa6NDiMWTMNPkN0pbWfdlFOgeeOnnPj5-ySldBUGFL0E6lDcqDUJOhDSuWiSMs4gfcMe91RHChTTH5hp7vXE/s200/cuwiri.jpg

Kegunaan : Mitoni, menggendong bayi
Filosofi : Cuwiri berarti bersifat kecil-kecil, pemakai kelihatan pantas atau harmonis.


Motif Batik
Grageh Waluh

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1OMZsLrCS3frchTy4oIY2sF4eymaN1mZJ-g0wBxvd09ni-np9ZM8CU7WDj2pzjGyUIsP5IMkaJU_0IC_WQJXaZXZyl5BgzhDNBHSalsRcvF-3bKJLV6JZ_uf-u8EdRq7USMUwHAiH388/s200/grageh-waluh.jpg

Kegunaan : Harian (bebas).
Filosofi : Orang yang memakai akan selalu mempunyai cita-cita atau tujuan tentang sesuatu.

Motif Batik
Grompol

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPalmFt1WOimqYgf5HEK6NAkwx9hjnT6csIeWcNQPBQOWylq4ujSHjUgpeu-FfbccHcgEaDcDoA1OY_Jwo3crrUyrFkTDTl91qHmzOZI9hS0uMd5HbZXpZZmAi85EewgX5EwRN6mF6z2M/s200/grompol.JPG

Kegunaan : Dipakai oleh ibu mempelai putri pada saat siraman.
Filosofi : Grompol, berarti berkumpul atau bersatu, dengan memakai kain ini diharapkan berkumpulnya segala sesuatu yang baik-baik, seperti rezeki, keturunan, kebahagiaan hidup.
Motif Batik
Kasatrian

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPhaArXzbIlk-mpqy8OF1-12-FctK-mS_1mIOS-nn-JtDbKf6wqDlPHlMY2Kyhb17c7QMO03a16taTX15I6zr5fnWeGgeNeZKT5mqOQ_GkQAleHeF8y5unttpmF718H8ZvXXeifdTYQEw/s200/kasatrian.jpg

Kegunaan : Dipakai pengiring waktu upacara kirab pengantin.
Filosofi : Pemakai agar kelihatan gagah dan memiliki sifat ksatria.

Motif Batik
Kawung Picis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiV_Tpfz9DSeu6w-f9w2sJsWRw92zPIAh1k6oJTXOV9VqZzb96rNzS3SL_k-HFq3WoS9SShBOYT1NeuoglC1Xfx36tNar6xugGOnJ2P25aX_2M0kWUYflf_p1AVgvxo9EnI3KOY65iJzEc/s200/kawung-picis-b2-300x171.jpg
Kegunaan : Dikenakan dikalangan kerajaan.
Filosofi : Motif ini melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal-usulnya, serta juga melambangkan empat penjuru, dan melambangkan bahwa hati nurani sebagai pusat pengendali nafsu-nafsu yang ada pada diri manusia sehingga ada keseimbangan dalam perilaku kehidupan manusia.
Motif Batik
Mega Mendung

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkX0xGpN9uIEDS4E-IAFiGrq5BStvJ2P_PPezJisEc3E8ifNyu6075Ex-WsGY90Up0dhldok435jRRVEwpmJVv5uGnsX9Pu6qYRWcX_nlEaY1uWnX0C-wzSCdyl5e6y7ePeXDmSsWmzi4/s200/mega+mendung.jpg


Filosofi: Dalam faham Taoisme, bentuk awan melambangkan dunia atas atau dunia luas, bebas dan mempunyai makna transidental (ketuhanan).
Daerah: Cirebon.


Motif Batik
Bango Tulak (Bangun Tulak)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQyVRo3PHWV8jKsLV2IEOim91HVPkgcdgW_3mxCuSxEa2wtabrMfTFEZwi-BH-QKz5KuSrj_PwBDVYCuu2VJ5o9IrBSSzcvArJUiw43NiqWyNhKGHugvYYO6GwZfAak7LfPH6LWc_bykk/s200/bango.jpg
Filosofi : Bango-tulak diambil dari nama seekor burung yang mempunyai warna hitam dan putih yaitu tulak. Warna hitam diartikan sebagai lambang kekal (Jawa: langgeng), sedang warna putih sebagai lambang hidup (sinar kehidupan), dengan demikian hitam-putih melambangkan hidup kekal.
Daerah : Yogyakarta.
Motif Batik
Gurda (Garuda)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX9QSbAAa6XmKGl_QCtziXiPy4wcXVtUEjYQtXtIdXDFBDgvlz-7lPGe4kY7N67CPPnQgCW_9sOG629IuF-OE1Qd1-KKJbEBfFkrmJZDKtHROMDMvZJNqvy2yujrMVIhhWAjS_MBbCJ5I/s200/gurda.jpg

Filosofi : Kata gurda berasal dari kata garuda, yaitu nama sejenis burung besar yang menurut pandangan hidup orang Jawa khususnya Yogyakarta mempunyai kedudukan yang sangat penting. Menurut orang Yogyakarta burung ini dianggap sebagai binatang yang suci.
Daerah : Yogyakarta.

Motif Batik
Meru

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipUqU8RiR5HCUuEqBb-f6tevGdY8YbYk0diAAgHEIICdRXFuZMuj89MPw3OG7P19usbBUxkchXNoxzncVc_yI3jxG4FKwWlZYscbx7ggdWuqLDqT90b22fho5fyEzgrdg0_FloUb32Bo0/s200/meru.jpg

Filosofi : Meru berasal dari kata Mahameru, yaitu nama sebuah gunung yang dianggap sakral karena menjadi tempat tinggal atau singgasana bagi Tri Murti yaitu Sang Hyang Wisnu, Sang Hyang Brahma dan Sang Hyang Siwa. Sebagai simbol harapan agar mendapatkan berkah dari Tri Murti.

Motif Batik
Parang Curigo Ceplok Kepet

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigxceGia_hCerAO9cNiClJAvLpBKgghCGh1JvnfL_yrGOq_BgEM9iXFFK7EjwspkJXcZOQ70OQ2_J62pvms5PbS_RWv6JM4cQ1Y3he3zbvv31tEVcJLdGevd9UxgnsCs90zesJdYXEs_Q/s200/parang-curigo.jpg

Kegunaan : Berbusana, menghadiri pesta
Filosofi : Curigo berarti keris, kepet berarti isis.
Si pemakai memiliki kecerdasan, kewibawaan serta ketenangan.



Motif Batik
Parang Kusumo

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_t5qLQ8g-91tya1CbAv_1amg6BQvW01k7et4Kfv3sRClBNRqti8FfQjfZ7MrVsIr307_gWnDxeB4r3hD-9f4eE9sjmZzkc_VJjhXBDmJyjBncVAVdJxLscrH8Nf_Ytd2d_YcI3-artuM/s200/parangkusumo.JPG

Kegunaan : Berbusana pria dan wanita
Filosofi : Parang kusumo berarti bangsawan,
mangkoro berarti mahkota. Pemakai mendapatkan kedudukan, keluhuran dan dijauhkan dari marabahaya.
Motif Batik
Sidoluhur

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlDIyuSuNW4CCUy-efwuvqfHV_FBwrw8hbEed2Z3cItPu4hQoQh3CASJ9JZYFXZUQQ07m9QGGCLmlkSYKtPrDzLRzYrIVFuYkfDuHtPnEsxu4xvO4dU9l7ilGdBV91RkvX4GmvZPwzFpQ/s200/Sido-luhur.jpg


Jenis Batik : Batik Kraton.
Kegunaan : Digunakan temanten putri (malam pengantin).
Filosofi : Dua jiwa menjadi satu.
Daerah : Kraton Surakarta.

Motif Batik
Sidoasih

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijVS2WUXAD9O0owHHTchbk_cKy0vwaSGThvdndw-PHQagA_J4pv3E5WG4IOYlaortXZyBJ00n10e945-qt0WC0v7sQZKW5Kt5m9H_2LkhLQftkW_66P9ZFUhzGfsr9qLj3URRg9csvtHA/s200/sido-asih.jpg


Jenis Batik : Batik Kraton.
Dikenakan : Temanten Putri (malam pengantin)
Makna : Dua jiwa menjadi satu.
Daerah : Kraton Surakarta.

Motif Batik
Ratu Ratih

http://www.batikcintaku.com/sites/default/files/Ratu-Ratih.jpg
Nama motif ini diambil dari kata "Ratu Patih", berarti seorang raja yang memerintah didampingi oleh perdana menterinya, karena usia yang masih sangat muda.
Motif batik yang menggambarkan kemuliaan, dan hubungan penggunanya dengan alam sekitar ini, mulai dibuat pada masa pemerintahan SISKS Pakoeboewono VI di tahun 1824.

Motif Batik
Bokor Kencana

http://www.batikcintaku.com/sites/default/files/Bokor-Kencana.jpg
Sebuah motif geometris berpola dasar berbentuk lung-lungan yang mempunyai makna harapan, keagungan, dan kewibawaan. Motif ini untuk pertama kalinya dibuat untuk dikenakan PB XI.

Motif Batik
Bondet
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOIzj3j3Etn8_xKKPoTRdcZGXApXjUllaC-Dwd6Y3UNo9aQITFAflDUkRvtnV8Ftm8ZVCjHBCxixaTPfaotlC9E5sZKgy5vFZ2IQESApWvS_g2Po7iblI8sgX4tl0ovmYmZ7XRs6JMj9g/s200/bondet-kedhaton.jpg

Jenis Batik : Batik kraton.
Kegunaan : Temanten Putri (malam pengantin).
Filosofi : Dua jiwa menjadi satu.
Daerah : Kraton Surakarta.
Motif Batik
Sekar jagad

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBnUz_uVUHsvXCWZpXlUwKfti-WJNrLbGjvYFpr0ah8mbJpaIZOFCsn47-MKjwI4dNDr4VOFMvXqSAKJfas7XfkQWdCiHii8AW_lDSq2D-xfr2X4PGYW5gnLrJBR19yiyZ61w-qzOiVI8/s200/sekar-jagat-putih.jpg

Jenis Batik : Batik petani.
Kegunaan : Orang tua temanten.
Filosofi : Hatinya gembira semarak.

Motif Batik
Sidomulyo

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrDXxn6ebYVdfGof1SLA3zKVEXnLRyMYGxnJFmlUNInhBlKo4FahoAi200OYbIrm662wzKkRqlh-ElzInT87wDfDQMjUPtjIoohHVV5MujH3WeyD_1eEGD4BIDwjdilgD1olOqUXoo_sk/s200/sidomulyo-2.jpg

Jenis Batik : Batik pengaruh kraton.
Kegunaan : Temanten Pria atau putri.
Filosofi : Bahagia, rejeki melimpah.
Daerah : Banyumas.

Motif Semen Rante

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2Aii4Bp_ryXRm5lZUxAH_AVtfbR-4IudqTPN1het2_Q8Y3bHinashiyrqmk3N6a1DVHvDKbvaGLpnVOkhMy1sCjxH2-kpN7tVHBHmYcedaDqNfK_Nc3elBQS4vkzNUMHLt9IuTE70MCQ/s200/semen-rante-gagrak.jpg
Daerah : Surakarta
Jenis Batik : Batik Petani
Dikenakan : Utusan
Makna : Panah mengena dan diikat



Batik Sido Mukti

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyVYhBJo139yF2oD3P7EYUCKpJsPtPOyt2kRB1zc3sL84eem3Yo2sKaCXcvNQP8iIzIGNRji_sejjw449vsCzLL1rf0l4oSCdKJ2ZzZ1mIAaZry6BVvT4v-16_7siUV5eeIYwmMGd30AA/s200/sido-mukti.jpg
Daerah : Surakarta
Jenis Batik : Batik Petani
Dikenakan : Temanten Putra/Putri (Resepsi /Pahargan)
Makna : Bahagia, berkecukupan



Motif Nitik Randu Seling
http://www.winotosastro.com/batik/images/nitik1.jpg
Motif nitik di antara pola batik tertua dan kain patola terinspirasi oleh tenun dibawa oleh para pedagang dari Gujarat, India lama lalu. Desain geometrik dibuat dengan titik-titik kecil dan strip meniru kain tenun asli.

Parang Rusak
http://www.winotosastro.com/batik/images/parang3.jpg
Lain dari desain Parang dipakai oleh keluarga kerajaan pada acara-acara kenegaraan, Parang Rusak melambangkan melawan internal manusia melawan kejahatan dengan mengendalikan keinginan mereka sehingga mereka yang bijaksana, karakter yang mulia akan menang.


Bledak Sidoluhur Latar Putih
bledak-sidoluhur-latar-putih
Kegunaan : Upacara Mitoni ( Upacara Masa 7 Bulan bagi Pengantin Putri saat hamil pertama kali)
Filosofi : Yang menggunakan selalu dalam keadaan gembira.


Harjuno Manah

harjuno-manah
Kegunaan : Upacara Pisowanan / Menghadap Raja bagi kalangan Kraton
Filosofi : Orang yang memakai apabila mempunyai keinginan akan dapat tercapai.


Motif Batik Papua


http://store.cc.cc/img/product/2009/200902/20090215/c7cf329508994666.jpg
Corak dan motif batik Papua sangat diminati oleh turis lokal dan mancanegara, lho. Hal ini terjadi karena motif batik Papua benar-benar memiliki ciri khas tersendiri. Motif asmat dan motif patung pada batik Papua tampak sangat berbeda dari batik-batik yang dimiliki daerah lain. Sedangkan, motif cicak, motif buaya, dan motif berupa lingkaran-lingkaran besar adalah beberapa motif yang digunakan karena merupakan simbol keramat bagi masyarakat Papua.

Batik Kraton
http://blogbintang.com/go/img.php?to=http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/d6/BatikKraton.JPG/200px-BatikKraton.JPG

Penjelasan :  awal mula dari semua jenis batik yang berkembang di Indonesia. Motifnya mengandung makna filosofi hidup. Batik-batik ini dibuat oleh para putri kraton dan juga pembatik-pembatik ahli yang hidup di lingkungan kraton. Pada dasarnya motifnya terlarang untuk digunakan oleh orang “biasa” seperti motif Batik Parang Barong, Batik Parang Rusak dan beberapa motif lainnya


Batik Pringgondani
http://blogbintang.com/go/img.php?to=http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/e/e1/BatikPringgondani.JPG/200px-BatikPringgondani.JPG
Penjelasan :  Nama kesatriyan tempat tinggal Gatotkaca putera Werkudara. Motif ini biasanya ditampilkan dalam warna-warna gelap seperti biru indigo (biru nila) dan soga-coklat, serta penuh sulur-suluran kecil yang diselingi dengan naga.



Parang Tuding
parang-tuding
Kegunaan : Mitoni, menggendong bayi Filosofi : Parang = batu karang, Tuding = ngarani = menunjuk, menunjukkan hal-hal yang baik dan menimbulkan kebaikan.

Batik Petani
http://blogbintang.com/go/img.php?to=http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/3/3a/BatikPetani.JPG/200px-BatikPetani.JPG
Penjelasan :   merupakan batik yang dibuat sebagai selingan kegiatan ibu rumah tangga di rumah di kala tidak pergi ke sawah atau saat waktu senggang. Biasanya batik ini kasar dan kagok serta tidak halus. Motifnya turun temurun sesuai daerah masing-masing dan batik ini dikerjakan secara tidak profesional karena hanya sebagai sambilan. Untuk pewarnaan pun diikutkan ke saudagar.


Jalu Mampang
jalu-mampang
Kegunaan : Untuk menghadiri Upacara Pernikahan
Filosofi : Memberikan dorongan semangat kehidupan serta memberikan restu bagi pengantin.



Batik Jawa Hokokai

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvodt_XShv7_TZkP3FY8LTHrKRzOGPUbdeMGqaFe6zRxYETNpdAU3T1mI23ZZc_eI5cYlFpt0b1hpticfupJHdgFYC6kluGufi3i7MSSwWLjIU_hmSDPGztYfbhRfw1LrspU1L0wLSMAgF/s320/batik_jawa_hokokai-_pekalongan-_tulis-_mixed_dye.jpg

Pada masa penjajahan Jepang di pesisir Utara Jawa lahir ragam batik tulis yang disebut batik Hokokai. Motif dominan adalah bunga seperti bunga sakura dan krisan. Hampir semua batik Jawa Hokokai memakai latar belakang (isen-isen) yang sangat detail seperti motif parang dan kawung di bagian tengah dan tepiannya masih diisi lagi, misalnya motif bunga padi.


Kembang Temu Latar Putih
http://dunianyamaya.files.wordpress.com/2008/04/kembang-temu-latar-putih.jpg?w=400&h=215
Kegunaan : Bepergian, pesta
Filosofi : Kembang temu = temuwa. Orang yang memakai memiliki sikap dewasa (temuwa).


Parang Barong

parang-barong
Kegunaan : Dipakai oleh Sultan/Raja.
Filosofi : Bermakna kekuasaan serta kewibawaan seorang Raja.



Nogo Gini
nogo-gini
Kegunaan : Upacara temanten Jawa (Gandeng temanten)
Filosofi : Apabila memakai kain tersebut kepada pengantin akan mendapatkan barokah (rezeki).