Identifikasi Perbedaan Perempuan dan Laki-laki di Sekolah

Sabtu, 20 Oktober 2012



Mengidentifikasikan perbedaan yang ada di sekolah. Antara lain:
1.      Laki-laki lebih pintar dibanding perempuan
Sebagai lelaki selalu berpikir kedepan sebagaimana lelaki mempunyai tanggung jawab yang besar seperti kelak nanti dia harus menghidupi keluarganya dan orangtuanya. Tapi tak semua lelaki pintar, mungkin dalam sekolah hanya sekitar 30% yang mempunyai prestasi baik. Tetapi Sebuah penelitian akademis di Inggris menunjukkan bahwa pria lebih cerdas dari wanita. Penelitian yang dilakukan Paul Irwing, dosen senior Universitas Manchester, bersama rekan sejawatnya Richard Lynn, mantan profesor psikologi University of Ulster.
Kajian yang digelar masyarakat Psikologi Inggris tersebut melibatkan 80 ribu peserta yang diminta menjalani tes IQ dan 20 ribu pelajar untuk penelitian lebih lanjut.
Irwing menyebutkan tak ada perbedaan IQ antara wanita dan pria sampai usia 14 tahun, namun diatas usia tersebut atau menginjak usia dewasa, IQ pria lebih tinggi lima poin ketimbang wanita, bukan sebuah perbedaan yang cukup besar namun cukup memiliki implikasi yang penting sekali.
Pihak akademis menggunakan tes untuk mengukur kemampuan umum kognitif -kemampuan spatial dan verbal. Dalam penelitian tersebut mencatat kesenjangan antara pria dan wanita, misalnya dalam kelas tingkat pertama jumlah pria dengan skor IQ 125, lebih banyak dua kali ketimbang wanita. Dengan skor IQ 155 adalah skor genius yang lebih banyak didominasi pria 5,5 dibanding wanita

2.      Perempuan lebih rajin dibanding laki-laki
Kebanyakan perempuan lebih rajin dibanding laki-laki. Perempuan jika ada waktu luang, untuk mengerjakan sesuatu yang memang harus dikerjakan atau segala sesuatu lainnya yang bermanfaat, dibanding laki-laki yang lebih suka menyempatkan waktu luang untuk bermain dengan teman-temannya sehingga melupakan kewajibannya


3.     Murid lelaki lebih susah diatur dibanding murid perempuan
Lelaki lebih susah diatur karena mereka lebih agresif dan suka mengganggu dibanding perempuan yang memilki sifat kalem, malu dan lebih menjaga imagenya. biasanya laki-laki tidak suka diatur dan lebih bebas melakukan apa yang dia inginkan tanpa memikirkan resiko yang dihadapi.

4.      Lelaki lebih memilih jurusan eksak
Anak lelaki lebih tertarik pada jurusan eksak dibandingkan anak perempuan karena bagi mereka dunia eksak lebih bergengsi bagi laki-laki bandingkan IPS yang lebih banyak menghafal, selain itu laki-laki biasanya memiliki sifat yang suka tantangan di IPA ini mereka suka sekali praktek-prakteknya seperti Biologi, Fisika dan Kimia.

5.      Perempuan lebih suka berorganisasi
Perempuan biasanya lebih suka berorganisasi Karena jika memilki waktu luang perempuan selalu menyempatkan untuk yang bermanfaat dibandingkan laki-laki yang malas dan tidak mau ribet. Laki-laki lebih suka menghabiskan waktunya dengan teman-temannya. Tapi laki-laki lebih suka juga kegiatan bidang olahraga dibanding perempuan.

6.      Pria mengandalkan otak kiri, wanita kuat otak kanannya
Pria itu dilahirkan dengan pikiran yang logis analitis ( rasional) – ini terkait dengan IQ. Segala sesuatu harus masuk akal. Makanya mereka suka berdebat.
Sementara itu, wanita lebih kuat otak kanannya yang penuh empati dan keperdulian – Ini terkait dengan EQ.
Karena kuat otak kirinya pria menjadi sangat rasional. Sementara itu wanita yang kuat otak kanannya menjadi sangat emosional.

7.      Pengaruh faktor lingkungan dalam pergaulan
        Faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam suatu pergaulan, hal ini disebabkan oleh kesamaan minat dan tujuan dalam suatu kelompok pergaulan misalnya saja anak-anak yang menyukai computer mereka akan berkumpul dan bergaul dengan anak-anak yang menyukai computer pula, sedangkan anak-anak yang menyukai dunia musik maka mereka akan cenderung berkumpul dengan anak-anak yang menyukai musik pula.

8.      Pengaruh faktor ekonomi dalam pergaulan
        Faktor ekonomi ini juga berperan dalam pergaulan, yaitu dalam suatu pergaulan cenderung akan bergaul dengan anak-anak yang latar belakang ekonomi orang tuanya sepadan atau sederajat, misalnya saja anak-anak orang kaya bergaul dengan sesama anak-anak orang kaya, demikian pula dengan anak-anak orang biasa akan cenderung bergaul dengan anak-anak orang biasa.
       
9.      Laki-laki lebih cepat akrab dalam pertemanan
     Dalam pertemanan laki-laki lebih cepat akrab dibanding perempuan. Tetapi laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan. Perempuan lebih malu untuk memulai berkenalan. Laki-laki lebih berani dan percaya diri untuk mengenal yang lain.

10.  Setelah lulus laki-laki lebih memilih melanjutkan ke perguruan tinggi
Ini terjadi karena lelaki lebih memiliki tanggung jawab yang besar untuk masa depannya nanti, maka dari itu lelaki ingin melanjutkan ketingkat jenjang yang lebih inggi lagi. Selain untuk tanggung jawab laki-laki juga tidak mau kalah dengan perempuan yang juga melanjutkan ke jenjang yang tinggi. Mereka ingin selalu lebih tinggi dibanding permpuan.
Ini semua tergantung lingkungan sekolah siswa, misalnya siswa bersekolah di daerah desa atau faktor ekonomi rendah mereka pasti lebih memilih kerja untuk membantu orang tuanya karena tak memiliki biaya untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.





11.  Siswa SMK lebih memilih kerja dibanding melanjutkan kuliah
Siswa SMK memilih kerja dibAndingkan dengan melanjutkan kuliah karena dari awal mereka telah memilih bersekolah di SMK daripada di SMA. Siswa yang menempuh pendidikan di SMK memang telah dipersiapkan dari awal oleh sekolah untuk memiliki suatu kemampuan khusus dibidang tertentu (skill) sehingga nanti pada saat mereka telah lulus dari sekolah mereka telah siap untuk langsung bekerja sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

12.  Siswa SMA lebih memilih melanjutkan perguruan tinggi dibanding bekerja
Siswa-siswi SMA memilih melanjutkan perguruan tinggi karena SMA disiapkan untuk melanjutkan kejenjang selanjutnya sesuai jurusan yang diinginkan. Bagi mereka jika bekerja mereka tidak memiliki skill yang lebih untuk bekerja. Mungkin bisa bekerja tapi dengan penghasilan yang rendah dan bekerja di tempat yang  hanya dibatas kemapuan saja, dibandingkan dengan melanjutkan ke perguruan tinggi mereka akan beradaptasi dengan jurusan yang mereka ambil dan dari situ mereka mulai memiliki skill

Pembiasan Gelombang Cahaya



PEMBIASAN GELOMBANG CAHAYA

Pembiasan adalah peristiwa pembelokan arah rambat gelombang akibat melewati bidang batas dua medium yang berbeda.  Cahaya sebagai gelombang  mengalami pembiasan ketika melewati bidang batas dua medium yang berbeda misalnya ketika cahaya berasal dari udara menuju ke air maka arah siar akan dibelokkan.
n   = 
 
Pada peristiwa pembiasan, cahaya yang datang akan diteruskan namun mengalami pembiasan atau pembelokan arah. Besarnya sudut yang dibentuk oleh sinar bias dengan garis normal dinamakan sebagai sudut bias. Besar kecilnya sudut bias dipengaruhi oleh sifat dari medium yang biasa disebut sebagai indeks bias ( n ). Indeks bias merupakan perbandingan antara laju cahaya dalam ruang hampa ( c ) dengan laju cahaya dalam medium ( v ) atau bila dirumuskan secara matematis :
                                                                             

Dari rumusan di atas terlihat bahwa indeks bias n berbanding terbalik dengan v. Artinya semakin besar n maka v semakin kecil. Hal ini yang menyebabkan cahaya yang datang dari medium dengan n besar ke medium dengan n lebih kecil akan dibiaskan menjauhi garis normal. Sebaliknya cahaya yang datang dari medium dengan n lebih kecil ke medium dengan n lebih besar akan dibiaskan mendekati garis normal.. Lihat gambar D :

1.JPG
Gambar D

Hukum utama pembiasan
Hukun I pembiasan dari Snellius : sinar datang, sinar bias dan garis normal terletak pada satu bidang datar.

pembiasan cahaya
INDEKS BIAS
1.         Indeks bias mutlak
Indeks bias mutlak adalah suatu ukuran kemampuan medium itu untuk membelokkan cahaya. Jadi tipa medium akan memiliki indeks bias yang berbeda indeks bias mutlak juga menunjukkan kerapatan dan kerenggangan suatu bahan misalnya gelas lebih rapat dari pada air maka indeks bias gelas lebih besar dari pada air.

dimana n= indeks bias mutlak, i= sudut datang, dan r= sudut bias
2.         Indeks bias relatif
Adalah ukuran perbadingan indeks bias madium satu terhadap medium lainnya. Secara umum ditulis dalam sebuah persamaan n1 sin i = n2 sin r dimana n1 = indeks bias mutlak medium 1, n2= indeks bias mutlak medium 2, i= sudut datang dan r =- sudut bias.
Dalam persamaan berikut    
maka disebut indeks bias medium 2 relatif terhadap medium satu dengan cara yang sama 
 maka disebut indeks bias medium 1 relatif terhadap medium 2
Hukum II pembiasan Snellius
Hukum kedua Snellius berbunyi: sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat (n1 < n2) , sinar akan dibelokkan mendekati garis normal. Jika sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat (n1 > n2). Sinar akan dibelokkan menjauhi garis normal.



 



Hukum pembiasan menyatakan sebagai berikut :
1. Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar
2. a. jika sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang tepat, akan dibiaskan menjauhi garis normal
b. jika sinar datang dari medium kurang rapat, ke medium lebih rapat, akan dibiaskan mendekati garis normal.
3. Perbandingan sinar sudut datang (i) dengan sinus sudut bias (r) merupakan bilangan konstan. Bilangan konstan inilah yang sebenarnya menunjukkan indeks bias relative medium itu.





CONTOH PEMBIASAN GELOMBANG CAHAYA
Mengapa Pensil Terlihat Bengkok Ketika Masuk ke Dalam Air?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrz0KNVCy0Us4ypDs2wVowmsF65cbBi3-EZ8k_2jZhm1IshTBNS3KqeS6OhEiBYz3yjs5voPKe0pv7RtEH2Ycla7SUHu9DtLyUZEi5Mg6gp2SBNEAacTSnHcJzLJJFiRLMc9akf4wVIYM/s200/pembiasan.jpg
Jawabannya…
Karena adanya pembiasan cahaya yang ditangkap pensil oleh bidang batas antara udara dan air. Penjelasannya sebagai berikut: Sebuah benda akan dapat kita lihat jika benda tersebut memancarkan cahaya ke mata kita. Cahaya itu bisa berasal dari dirinya sendiri atau pantulan cahaya dari benda selainnya. Pensil yang sedang kita bahas ini menangkap cahaya dari luar dirinya lalu memantulkannya ke mata kita. Namun, jangan lupa cahaya yang ditangkap oleh seluruh permukaan pensil ini mengikuti hukum dari pembiasan cahaya diatas, yaitu dibelokkan jika masuk kedalam bidang batas dua medium yang berbeda. Dengan sebab inilah, pensil yang telah menangkap dan memantulkan cahayanya ke mata kita menjadi terlihat bengkok sedangkan secara nyata hal itu tidak terjadi.





PENYEBAB TERJADINYA PEMBIASAN CAHAYA

Pembiasan cahaya terjadi ketika cahaya lewat dari satu medium ke lainnya propagasi dengan kepadatan optik yang berbeda, mengalami perubahan arah kecepatan dan perubahan jika tidak insiden tegak lurus di permukaan. Pembiasan cahaya merupakan penyimpangan dalam arah propagasi yang dijelaskan oleh hukum Snell. Hukum dan pembiasan di media homogen, adalah konsekuensi dari prinsip Fermat, yang menyatakan bahwa perjalanan cahaya antara dua titik di sepanjang jalan jalur optik lebih memerlukan sedikit waktu.

Selain itu, kecepatan penetrasi cahaya dalam medium selain vakum berhubungan dengan panjang gelombang dan, ketika sebuah berkas cahaya putih melewati dari satu media ke yang lain, setiap warna mengalami penyimpangan sedikit. Fenomena ini dikenal sebagai hamburan cahaya. Misalnya, untuk mencapai medium padat, gelombang lebih pendek kehilangan kecepatan pada panjang (misalnya, ketika cahaya putih melewati prisma). Panjang gelombang pendek yang tersebar hingga 4 kali selama itu yang mengapa langit terlihat biru karena rentang warna untuk indeks bias lebih besar dan lebih tersebar. Dalam hukum refraksi adalah Huygens menyimpulkan semua gerakan gelombang yang mengatur keseluruhan:
  1. Sinar insiden, dipantulkan dan dibiaskan adalah pada bidang yang sama.
  2. Timbulnya sudut dan refleksi adalah sama, yang berarti mereka yang masing-masing kejadian dan balok tercermin dengan tegak lurus (disebut Normal) untuk batas ditarik pada titik kejadian.





stop motion 1st anniversary with Muhammad Bayu Ciptoaji

Minggu, 16 September 2012


video ini sederhana banget, soalnya baru pertama kali.. hehehe. video ini special buat My Love Muhammad Bayu Ciptoaji :* semoga kita langgeng yaa sayang :) love youuu Aa :*

Langkah-Langkah Menggambar anatomi

Sabtu, 07 Januari 2012

1. Gambar Wajah Wanita Tampak Depan

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3 lalu diberi garis ditepi kiri 2 cm.

b. Buat kotak dengan ukuran 18 x 12.

c. Dibagi 2 dahulu lebarnya, lalu lebarnya dibagi 5, panjangnya dibagi 4, bagian atas dan bawah dibagi 2.

d. Bentuk lingkar kepala.

e. Gambarlah matanya pada garis tengan panjang.

f. Lalu gambar alis.

g. Gambarlah hidungnya pada garis panjang.

h. Gambarlah bibirnya pada garis panjang.

i. Gambar telinganya di batas garis tengah sampai pada garis panjang.

j. Gambar rambutnya.


2. Gambar Wajah Wanita Tampak Miring dan Samping

Cara Membuat Wajah Tampak Miring:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3 lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Dibagi 2 dahulu panjangnya.

c. Buat kotak dibagian atas dengan ukuran 12 x 9 cm.

d. Di tepi kiri beri garis dengan lebar 1 cm, lalu sisanya di bagi 5 cm, panjangnya dibagi 4, bagian atas dan bawah dibagi 2.

e. Bagian lebar kotak kedua dibagi 2 lalu di sebelah kanan dibagi 2.

f. Bentuk lingkar kepala, pada bagian dagu terletak pada lebar kotak kesatu dan kedua.

g. Gambarlah matanya pada garis tengah panjang, mata sebelah kanan pada kotak pertama, sebelah kiri pada kotak ketiga.

h. Lalu gambar alis.

i. Gambarlah hidungnya pada garis panjang.

j. Gambarlah bibirnya pada garis panjang.

k. Gambar telinganya di batas garis tengah sampai pada garis panjang.

l. Gambar rambutnya.

Cara Membuat Wajah Tampak Samping:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3 lalu diberi garis pinggir 2 cm.

b. Buat kotak disisa gambar wajah tampak miring bawahnya tadi dengan ukuran 12 x 10 cm.

c. Lebarnya dibagi 2, lalu panjangnya dibagi 4, bagian atas dibagi 2, bagian bawah dibagi 2.

d. Buat kepala.

e. Gambarlah mata sebelah kiri digaris tengah.

f. Buatlah alis.

g. Gambarlah hidungnya pada garis panjang, hidung sedikit keluar dari garis tepi kotak.

h. Gambarlah bibirnya pada garis panjang.

i. Gambar telinganya di batas garis tengah sampai pada garis panjang.

j. Gambar rambutnya.

3. Gambar Wajah Wanita Tampak Depan Menunduk

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis pinggir 2 cm.

b. Buat kotak dengan ukuran 18 x 12 cm.

c. Dibagi 2 dahulu lebarnya, lalu lebarnya dibagi 5, panjangnya dibagi 4, bagian atas dan bawah dibagi 2.

d. Bentuk lingkar kepala.

e. Di garis tengah beri garis bantu lengkung.

f. Buatlah mata pada garis bantung lengkung.

g. Di garis beri garis bantu lengkung, kemudian gambar hidung pada garis sampai batas garis bantu lengkung.

h. Beri garis bantu lengkung di garis kemudian buatlah bibir sampai batas garis lengkung.

i. Gambar telinga pada garis .

j. Gambar rambutnya.


4. Gambar Wajah Wanita Tampak Miring Menunduk dan Samping

Menunduk.

Cara Membuat Wajah Tampak Miring Menunduk:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Lalu panjang dibagi 2 terlebih dahulu.

c. Bagian atas buat kotak dengan ukuran 12 x 9 cm.

d. Di tepi kiri beri garis dengan lebar 1 cm, lalu sisanya di bagi 5 cm, panjangnya dibagi 4, bagian atas dan bawah dibagi 2.

e. Bagian lebar kotak kedua dibagi 2 lalu di sebelah kanan dibagi 2.

f. Kotak ketiga lebarnya dibagi 2, lalu beri garis disebelah kiri dengan lebar 2 mm.

g. Buat garis bantu lengkung kebawah digaris tengah sampai dikotak tiga, lalu buatlah mata.

h. Gambarlah alis.

i. Gambarlah telinga pada garis tengah.

j. Buat garis bantu lengkung kebawah pada garis , lalu buatlah hidung sampai batas garis bantu lengkung.

k. Buat garis bantu lengkung kebawah pada kotak terakhir, lalu buatlah bibir sampai batas garis bantu lengkung.

l. Gambarlah rambutnya.

Cara Membuat Wajah Tampak Samping Menunduk:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Buat kotak disisa gambar wajah tampak miring bawahnya tadi dengan ukuran 12 x 10 cm.

c. Lebarnya dibagi 2, lalu panjangnya dibagi 4, bagian atas dibagi 2, bagian bawah dibagi 2.

d. Buat kepala, hidung sedikit melewati garis tepi kotak.

e. Buat garis bantu lengkung pada garis tengah, lalu buatlah mata.

f. Gambarlah alis.

g. Buatlah garis lengkung pada garis , setelah itu buat garis miring dengan lebar 0,8 lalu gambarlah hidung sampai batas garis bantu lengkung.

h. Buat garis bantu lengkung pada garis tepi bawah, gambarlah dagu sampai batas garis bantu.

i. Gambarlah telinga pada garis tengah.

j. Gambarlah rambutnya.


5. Gambar Wajah Wanita Tampak Depan Menengadah

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Buat kotak dengan ukuran 18 x 12 cm.

c. Lebarnya dibagi 2, lalu dibagi 5, panjangnya dibagi 4 lalu bagian atas dan bawah dibagi 2.

d. Gambar lingkar kepala.

e. Buat garis bantu lengkus keatas pada garis tengah, lalu gambarlah mata.

f. Gambar alis.

g. Gambar telinga pada garis tengah.

h. Buat garis bantu lengkung keatas pada garis , lalu gambarlah hidung.

i. Buat garis bantu lengkung keatas pada garis , lalu gambarlah bibir.

j. Buat garis lengkung keatas pada garis tepi bawah lalu buatlah dagu samapai batas lengkungannya.

k. Gambar rambutnya.

6. Gambar Wajah Wanita Tampak Miring Menengadah dan Samping

Menengadah

Cara Membuat Wajah Tampak Miring Menengadah:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Lalu panjang dibagi 2 terlebih dahulu.

c. Bagian atas buat kotak dengan ukuran 12 x 9 cm.

d. Di tepi kiri beri garis dengan lebar 1 cm, lalu sisanya dibagi 5 cm, panjangnya dibagi 4, bagian atas dan bawah dibagi 2.

e. Bagian lebar kotak kedua dibagi 2 lalu di sebelah kanan dibagi 2.

f. Kotak ketiga lebarnya dibagi 2, lalu beri garis disebelah kiri dengan lebar 2 mm.

g. Buat garis bantu lengkung keatas digaris tengah sampai dikotak tiga, lalu buatlah mata.

h. Gambarlah alis.

i. Gambarlah telinga pada garis tengah.

j. Buat garis bantu lengkung keatas pada garis , lalu buatlah hidung sampai batas garis bantu lengkung.

k. Buat garis bantu lengkung keatas pada kotak terakhir, lalu buatlah bibir sampai batas garis bantu lengkung.

l. Gambarlah rambutnya.

Cara Membuat Wajah Tampak Samping Menunduk:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Buat kotak disisa gambar wajah tampak miring bawahnya tadi dengan ukuran 12 x 10 cm.

c. Lebarnya dibagi 2, lalu panjangnya dibagi 4, bagian atas dibagi 2, bagian bawah dibagi 2.

d. Buat kepala.

e. Buat garis bantu miring ditepi garis kotak kiri, keluar garis dengan lebar dari garis tengah kebawah 1cm, 1,5cm, dan 2cm, bagian atas dengan lebar 2cm, 1,5cm dan 1 cm dari kotak atas kebawah, lalu tarik garis, lalu gambarlah hidung dan dagunya sampai batas garis bantu miring.

f. Gambar mata pada garis tengah.

g. Gambar alis.

h. Gambar telinga pada garis tengah.

i. Gambar bibir pada garis sampai batas garis bantu miring.

j. Gambar rambutnya.

7. Gambar Wajah Pria Tampak Depan

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Buat kotak dengan ukuran 16 x 12 cm.

c. Lebar dibagi 2 lalu dibagi lagi 5, panjangnya dibagi 4, bagian atas dan bawah dibagi 2.

d. Gambar lingkar kepala, bagian pipi agak diberi siku.

e. Gambar mata di atas pada garis tengah.

f. Gambar alis kira-kira 0,5 cm dari mata.

g. Gambar hidung pada garis .

h. Gambar bibir pada garis

i. Gambar telinga pada garis tengah.

j. Gambar rambutnya.

8. Gambar Wajah Pria Tampak Miring dan Samping

Cara Membuat Wajah Tampak Miring:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Lalu panjang dibagi 2 terlebih dahulu.

c. Bagian atas buat kotak dengan ukuran 12 x 9 cm.

d. Lebar dibagi 5, kotak kedua dibagi 2 dan diberis garis bantu dengan lebar 1mm. panjangnya dibagi 4, bagian atas dan bawah dibagi 2.

e. Gambar lingkar kepala.

f. Bagian dagu terletak antara kotak pertama dan kedua, bagian pipi kanan agak dikeluarkan dikit dari garis tepi kotak.

g. Gambar mata diatas garis tengah.

h. Gambar alis.

i. Gambar hidung pada garis .

j. Gambar bibir pada garis

k. Gambar telinga pada garis tengah.

l. Gambar rambutnya.

Cara Membuat Wajah Tampak Samping:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Buat kotak disisa gambar wajah tampak miring bawahnya tadi dengan ukuran 12 x 12 cm.

c. Lebar dibagi 2, panjangnya dibagi 4 digaris sampai batas lebar garis tengah, lalu bagian atas dan bawah dibagi 2.

d. Gambar kepala.

e. Gambar mata diatas pada garis tengah.

f. Gambar alis.

g. Gambar telinga pada garis tengah.

h. Gambar hidung pada garis .

i. Gambar bibir pada garis

j. Gambar rambutnya.


9. Gambar Gaya Tangan

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Buat kotak dengan ukuran 36 x 27,8 cm.

c. Lebar dibagi 2, lalu kotak sebelah kanan dan kiri dibagi 2, panjangnya dibagi 4.

d. Gambarlah 8 gaya tangan pada kotak-kotak tersebut.

10. Gambar Gaya Kaki

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Buat kotak dengan ukuran 36 x 27,8 cm.

c. Lebar dibagi 2, lalu kotak kanan dan kiri dibagi 2 lagi, panjangnya dibagi 3.

d. Gambarlah 6 gaya kaki pada kotak tersebut.

11. Gambar Proporsi Tubuh Wanita 1 : 81/2

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.

c. Masing-masing diberi garis vertikal sepanjang 25,5cm, dengan cara dihitung per 3 cm lalu setiap 3 cm diberi tanda berupa garis . setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 8

d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu:

1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, dihitung dari 1 cm dari garis sumbu kekanan dan ke kiri lalu diberi tanda.

2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 yang lebih dulu dibagi 2 bagian dengan perbadingan 1,5 : 1,5 digaris horizontal lalu dihitung 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.

3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala antara nomor 1 dan 2. baik nomor 1 dan 2 dihitung dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 0,5.

4) Pinggang pada garis nomor 3 diukur dari garis sumbu ke kanan dan kiri sebesar 1 cm.

5) Panggul pada nomor 4 ukuran 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan kiri.

6) Lutut pada garis nomor 5 sebesar 1 cm.

7) Mata kaki pada angka 8 ukuran 0,75 ke kanan dan ke kiri.

8) Ujung kaki pada garis 8 , ukuran 1 cm ke kanan dan ke kiri.

9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.

10) Masing masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh wanita.

e. Untuk bagian kolom kanan, garis buat garis seperti keterangan diatas, hapus garis bantunya dan dibentuk tubuhnya.

12. Gambar Proporsi Tubuh Wanita 1 : 81/2 + 1mm

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.

c. Masing-masing kotak diberi garis vertikal sepanjang 28,7 cm, dengan cara dihitung per 3 cm, berikutnya ditambah 1 mm dan seterusnya, lalu diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 8 .

d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu :

1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, dihitung 1 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri lalu diberi tanda.

2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 yang lebih dulu dibagi 2 bagian dengan perbandingan 1,5 : 1,5 digaris horizontal lalu di hitung 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.

3) Untuk lehr diletakkan anatara bahu dan kepala antara 1 dan 2. Baik nomor 1 dan 2 dihitung dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 0,5 cm.

4) Pinggang pada garis nomor 3 diukur dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 1,1 cm.

5) Panggul pada nomor 4 ukuran 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.

6) Lutut pada garis nomor 5 sebesar 1 cm.

7) Mata kaki pada angka 8 ukuran 0,75 ke kanan dan ke kiri.

8) Ujung kaki pada garis 8 , ukuran 1 cm ke kanan dan ke kiri.

9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.

10) Masing masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh wanita.

e. Untuk bagian kolom kanan, garis buat garis seperti keterangan diatas, hapus garis bantunya dan dibentuk tubuhnya.

13. Gambar Proporsi Tubuh Wanita 1 : 9

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.

c. Masing-masing kotak digambar garis lurus vertical sepanjang 27 cm, dengan cara dihitung per 3 lalu setiap cm diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 9.

d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu :

1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, dihitung dari 1 cm dari garis sumbu kekanan dan ke kiri lalu diberi tanda.

2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 yang lebih dulu dibagi 2 bagian dengan perbadingan 1,5 : 1,5 digaris horizontal lalu dihitung 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.

3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala antara nomor 1 dan 2. baik nomor 1 dan 2 dihitung dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 0,5.

4) Pinggang pada garis nomor 3 diukur dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 1,1 cm.

5) Panggul pada nomor 4 ukuran 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.

6) Lutut pada garis nomor 5 atau dari garis nomor 6 dikurangi 6 mm sebesar 1 cm.

7) Mata kaki pada angka 8 ukuran 0,75 kekanan dan ke kiri.

8) Tangan diukur degan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya yang seimbang.

9) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh wanita.

e. Untuk bagian kolom kanan lalu garis bantu dihapus dengan lebih dahulu dibentuk tubuhnya.

14. Gambar Proporsi Tubuh Wanita 1 : 10

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.

b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.

c. Masing-masing kotak digambar garis lurus vertical sepanjang 30 cm, dengan cara dihitung per 3 lalu setiap cm diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 9.

d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu :

10) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, dihitung dari 1 cm dari garis sumbu kekanan dan ke kiri lalu diberi tanda.

11) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 yang lebih dulu dibagi 2 bagian dengan perbadingan 1,5 : 1,5 digaris horizontal lalu dihitung 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.

12) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala antara nomor 1 dan 2. baik nomor 1 dan 2 dihitung dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 0,5.

13) Pinggang pada garis nomor 3 diukur dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 1,1 cm.

14) Panggul pada nomor 4 ukuran 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.

15) Lutut pada garis nomor 6 sebesar 1 cm.

16) Mata kaki pada angka 9 ukuran 0,75 kekanan dan ke kiri.

17) Ujung kaki pada garis 10, ukuran 1 cm ke kanan dan ke kiri.

18) Tangan diukur degan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya yang seimbang.

19) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh wanita.

e. Untuk bagian kolom kanan lalu garis bantu dihapus dengan lebih dahulu dibentuk tubuhnya.

15. Gambar Proporsi Tubuh Pria 1 : 81/2

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.

b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.

c. Kotak Kiri digambar garis lurus vertical sepanjang 25,5 cm, dengan cara dihitung per 3 cm lalu setiap 3cm diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 - 8.

d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu:

1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, lebarnya dihitung dengan rumus x tinggi kepala.

2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 tepatnya 1 lebarnya dengan rumus 2 x lebar kepala.

3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala lebarnya dengan rumus x lebar kepala.

4) Pinggangnya pada garis nomor 3 dikurangi 2 mm diukur lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.

5) Panggul pada nomor 4 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.

6) Lutut pada garis nomor 5 .

7) Mata kaki pada angka 8 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala yang dibagi lagi menjadi 3 bagian sama besar (0,6).

8) Ujung kaki pada garis 8 , ukuran 1 cm kekanan dan ke kiri.

9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.

10) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh pria.

16. Gambar Proporsi Tubuh Pria 1 : 9

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.

b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.

c. Kotak kanan digambar garis lurus vertical sepanjang 27 cm, dengan cara dihitung per 3 cm lalu setiap 3cm diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 9.

d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu:

1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, lebarnya dihitung dengan rumus x tinggi kepala.

2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 tepatnya 1 lebarnya dengan rumus 2 x lebar kepala.

3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala lebarnya dengan rumus x lebar kepala.

4) Pinggangnya pada garis nomor 3 dikurangi 2 mm diukur lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.

5) Panggul pada nomor 4 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.

6) Lutut pada garis nomor 6.

7) Mata kaki pada angka 8 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala yang dibagi lagi menjadi 3 bagian sama besar (0,6).

8) Ujung kaki pada garis 9 , ukuran 1 cm kekanan dan ke kiri.

9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.

10) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh pria.

17. Gambar Proporsi Tubuh Pria 1 : 8 + 1mm

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.

b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.

c. Kotak kanan di beri garis vertikal sepanjang 28,7 cm, dengan cara dihitung per 3 cm, berikutnya ditambah 1 mm dan seterusnya, lalu diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 8 .

d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu:

1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, lebarnya dihitung dengan rumus x tinggi kepala.

2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 tepatnya 1 lebarnya dengan rumus 2 x lebar kepala.

3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala lebarnya dengan rumus x lebar kepala.

4) Pinggangnya pada garis nomor 3 dikurangi 2 mm diukur lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.

5) Panggul pada nomor 4 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.

6) Lutut pada garis nomor 6..

7) Mata kaki pada angka 8 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala yang dibagi lagi menjadi 3 bagian sama besar (0,6).

8) Ujung kaki pada garis 8 , ukuran 1 cm kekanan dan ke kiri.

9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.

10) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh pria.

18. Gambar Proporsi Tubuh Pria 1 : 10

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.

b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.

c. Kotak kiri digambar garis lurus vertikal sepanjang 30 cm, dengan cara dihitung per 3 cm lalu setiap 3cm diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 9.

d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu:

1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, lebarnya dihitung dengan rumus x tinggi kepala.

2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 tepatnya 1 lebarnya dengan rumus 2 x lebar kepala.

3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala lebarnya dengan rumus x lebar kepala.

4) Pinggangnya pada garis nomor 3 dikurangi 2 mm diukur lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.

5) Panggul pada nomor 4 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.

6) Lutut pada garis nomor 6.

7) Mata kaki pada angka 9 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala yang dibagi lagi menjadi 3 bagian sama besar (0,6).

8) Ujung kaki pada garis 10 , ukuran 1 cm kekanan dan ke kiri.

9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.

10) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh pria.

19. Gambar Proporsi Tubuh Anak Usia 4-6 Tahun

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.

b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.

c. Untuk yang sebelah kiri beri garis vertikal dengan tinggi 15 cm yang tiap 3 cm diberi tanda, sehingga terbagi 5 bagian. Mulai dibuat kerangka dengan rumus dan ukuran tertentu.

1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, lebarnya dihitung dengan rumus x tinggi kepala atau 1 cm dari garis sumbu ke kanan dank e kiri lalu diberi tanda.

2) Bahu diletakkan di antara nomor 1 dan 2 tepatnya diturunkan dari angka 2 sebesar 0,5 cm, dengan rumus 1 x tinggi kepala.

3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala antara nomor 1 dan 2. Baik nomor 1 dan 2 dihitung dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 0,5 cm.

4) Pinggang pada garis nomor 2 diukur dari garis sumbu ke kanan dan kiri dengan rumus x tinggi kepala.

5) Panggul pada nomor 2 ukuran diukur dengan rumus 1 x tinggi kepala.

6) Lutut pada garis nomor 3 dengan rumus x tinggi kepala.

7) Mata kaki terletak pada nomor 4 dengan rumus x lebar kepala.

8) Ujung kaki pada garis 5, ukuran 1 cm ke kanan dan ke kiri.

9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.

10) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh anak.

20. Gambar Proporsi Tubuh Anak Usia 10-15 Tahun

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.

b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.

c. Untuk yang sebelah kiri beri garis vertical dengan tinggi 21 cm yang tiap 3 cm diberi tanda, sehingga terbagi 7 bagian. Mulai dibuat kerangka dengan rumus dan ukuran tertentu.

1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, lebarnya dihitung dengan rumus x tinggi kepala atau 1 cm dari garis sumbu ke kanan dank e kiri lalu diberi tanda.

2) Bahu diletakkan di antara nomor 1 dan 2 tepatnya di 1 , dengan rumus 1 x tinggi kepala.

3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala antara nomor 1 dan 2. Baik nomor 1 dan 2 dihitung dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 0,5 cm.

4) Pinggang pada garis antara nomor 2 dan 3 yaitu 2 diukur dari garis sumbu ke kanan dan kiri dengan rumus x tinggi kepala.

5) Panggul pada nomor 2 ukuran diukur dengan rumus 1 x tinggi kepala.

6) Lutut pada garis nomor 5 dengan rumus x tinggi kepala.

7) Mata kaki terletak pada nomor 6 dengan rumus x lebar kepala.

8) Ujung kaki pada garis 7, ukuran 1 cm ke kanan dan ke kiri.

9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.

10) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh anak.

21. Gambar Rangka Balok

Cara Membuat:

a. Siapkan proporsi tubuh wanita ukuran 1 : 9, jiplak pada kertas lain, setelah selesai gunting-gunting.

b. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.

c. Sisa kertas dibagi 2 sama besar, masing-masing kolom diberi garis vertikal untuk sumbu.

d. Kertas yang sudah dipotong-potong dijiplak pada kertas A3 tersebut, yang membentuk balok.

e. Masing-masing garis dihubungkan lalu dibentuk tubuh wanita dengan posisi .

22. Gambar Rangka Benang

Cara Membuat:

a. Siapkan proporsi tubuh wanita ukuran 1 : 9, jiplak pada kertas lain, setelah selesai gunting-gunting.

b. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.

c. Sisa kertas dibagi 2 sama besar, masing-masing kolom diberi garis vertikal untuk sumbu.

d. Kertas yang sudah dipotong-potong dijiplak pada kertas A3 tersebut, namun yang dijiplak hanya garis-garisnya saja tidak membentuk balok.

e. Masing-masing garis dihubungkan lalu dibentuk tubuh wanita dengan posisi .

23. Gambar Rangka Elips

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas A3 lalu beri garis pinggir sebesar 2 cm, sisanya dibagi 2 kolom lalu diberi garis sumbu vertical sepanjang 27 cm, setiap 3 cm diberi tanda.

b. Untuk lebar dari kepala sampai kaki 1 cm kekiri 1 cm kekanan setelah selesai di bentuk elips.

c. Untuk bagian nomor 1 diisi kepala, untuk bagian nomor 2 diisi leher, untuk bagian nomor 3 dan 4 diisi badan, untuk bagian nomor 5 diisi panggul, untuk bagian nomor 6 dan 7 diisi paha, untuk bagian nomor 8-9 diisi betis, bagian terakhir nomor 10 diisi telapak kaki.

d. Lalu dibentuk tubuh wanita tampak samping.

24. Pewarnaan Wajah Wanita

Cara membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.

b. Gambar wajah wanita dengan ukuran 15 x 10 cm.

c. Memulai pewarnaan dengan prosedur:

1) Pewarnaan tidak boleh 1 arah tetapi ke segala arah.

2) garis yang ditimbulkan dari penseil warna haruslah pendek-pendek tetapi rapat.

3) Ketebalan warna didapat dari pengulangan pensil warna, bukan tekanan pensil warna.

4) Pewarnaan dimulai dari bagian yang cekung dan cembung. Bagian cekung cenderung tebal, sedangkan bagian cembung cenderung tipis.

d. Memulai pewarnaan dengan urutan:

1) Yang pertama kali diwarnai adalah bagian tepi muka lalu menuju ke tengah (makin ke tengah makin tipis).

2) Kedua mewarnai bagian mata pertama pemberian eye shadow, highlight, membuat alis, membuat tepi mata, bulu mata, mewarnai kornea mata. Semua sesuai selera.

3) Mewarnai pipi dengan blush on sesuai selera.

4) Mewarnai bibir dengan warna sesuai selera dimulai dari sudut bibir lalu menuju ke tengah.

5) Terakhir mewarnai rambut.

25. Pewarnaan Wajah Pria

Cara membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.

b. Gambar wajah pria dengan ukuran 15 x 11,5 cm.

c. Memulai pewarnaan dengan prosedur:

1) Pewarnaan tidak boleh 1 arah tetapi ke segala arah.

2) garis yang ditimbulkan dari penseil warna haruslah pendek-pendek tetapi rapat.

3) Ketebalan warna didapat dari pengulangan pensil warna, bukan tekanan pensil warna.

4) Pewarnaan dimulai dari bagian yang cekung dan cembung. Bagian cekung cenderung tebal, sedangkan bagian cembung cenderung tipis.

d. Memulai pewarnaan dengan urutan:

1) Yang pertama kali diwarnai adalah bagian tepi muka lalu menuju ke tengah (makin ke tengah makin tipis).

2) Kedua mewarnai bagian mata pertama membuat alis, membuat tepi mata, mewarnai kornea mata. Semua sesuai selera.

3) Mewarnai bibir dengan warna sesuai selera dimulai dari sudut bibir lalu menuju ke tengah.

4) Terakhir mewarnai rambut.

26. Pewarnaan Tubuh Wanita

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.

b. Gambar tubuh wanita dengan ukuran 1 : 9.

c. Memulai pewarnaan dengan prosedur:

1) Pewarnaan tidak boleh 1 arah tetapi ke segala arah.

2) garis yang ditimbulkan dari pensil warna haruslah pendek-pendek tetapi rapat.

3) Ketebalan warna didapat dari pengulangan pensil warna, bukan tekanan pensil warna.

4) Pewarnaan dimulai dari bagian yang cekung dan cembung. Bagian cekung cenderung tebal, sedangkan bagian cembung cenderung tipis.

d. Memulai pewarnaan dengan urutan:

1) Yang pertama kali diwarnai adalah bagian tepi lalu menuju ke tengah (makin ke tengah makin tipis).

2) Bagian wajah dahulu lalu bagian tubuhnya.

27. Pewarnaan Tubuh Pria

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.

b. Gambar tubuh pria dengan ukuran 1 : 9.

c. Memulai pewarnaan dengan prosedur:

1) Pewarnaan tidak boleh 1 arah tetapi ke segala arah.

2) garis yang ditimbulkan dari pensil warna haruslah pendek-pendek tetapi rapat.

3) Ketebalan warna didapat dari pengulangan pensil warna, bukan tekanan pensil warna.

4) Pewarnaan dimulai dari bagian yang cekung dan cembung. Bagian cekung cenderung tebal, sedangkan bagian cembung cenderung tipis.

d. Memulai pewarnaan dengan urutan:

1) Yang pertama kali diwarnai adalah bagian tepi lalu menuju ke tengah (makin ke tengah makin tipis).

2) Bagian wajah dahulu lalu bagian tubuhnya.

28. Langkah-langkah Membuat Desain

Cara Membuat:

a. Siapkan kertas ukuran A3 sebanyak 2 buah, tepi kiri diberi garis sebesar 2 cm.

b. Masing-masing kertas dibagi 2, lalu gambar tubuh wanita ukuran 1 : 9 yang tidak terlalu tebal.

c. Bagian kiri tubuh wanita hanya menggunakan busana dalam, bagian kanan berisi gambar wanita dengan siluet busana yang di desain, kertas kedua bagian kiri berisi wanita berbusana yang belum lengkap, tetapi bagian bagian tubuh yang tertutup busana dihapus dan beri garis putus-putus. Bagian kanan beriisi wanita yang sudah berbusana lengkap yang diberi warna.

a. Memulai pewarnaan dengan prosedur :

1) Pewarnaan tidak boleh 1 arah tetapi ke segala arah.

2) garis yang ditimbulkan dari pensil warna haruslah pendek-pendek tetapi rapat.

3) Ketebalan warna didapat dari pengulangan pensil warna, bukan tekanan pensil warna.

4) Pewarnaan dimulai dari bagian yang cekung dan cembung. Bagian cekung cenderung tebal, sedangkan bagian cembung cenderung tipis.

b. Memulai pewarnaan dengan urutan:

1) Yang pertama kali diwarnai adalah bagian tepi lalu menuju ke tengah (makin ke tengah makin tipis).

2) Bagian wajah dahulu lalu bagian busananya.