Teknologi Busana

Sabtu, 07 Januari 2012

Teknik menjahit dibagi menjadi 2 yaitu:

1. Menjahit Perorangan

Merupakan teknik menjahit dalam jumlah tidak terlalu banyak menggunkan pola kontruksi dan teknik menjahit sebagian besar secara manual.

Ada 2 teknik:

· Tailoring : Teknik menjahit dengan menggunakan tangan

secara manual.

· Semi tailoring : Teknik menjahit dengan menggunakan pola

konstruksi sebagian menggunakan mesin dan hanya

sebagian deberi furing.

2. Menjahit Konveksi

Merupakan teknik menjahit pakaian dalam jumlah banyak menggunakan pola dasar atau baku dan teknik penyelesaiannya sebagian besar memakai mesin

  1. Pola yaitu jiplakan bentuk badan seseorang yang biasanya tebuat dari kertas yang biasanya dipakai contoh dalam pembuatan busana.
  2. Pola Konstruksi yaitu cara untuk mendapatkan seperangkat pola dasar busana wanita dengan menggunakan sarana datar berupa kertas dan perlengkapanny .
  3. Pola Drapping yaitu cara mendapatkan pola dengan menggunakan sehelai kain yang dilangsaikan.

Alat – alat menjahit :

Alat – alat menjahit adalah semua peralatan yang digunakan untuk membantu dalam proses menjahit.

1. Alat Menggambar Pola

Segala macam peralatan yang digunakan untuk menggambar pola baik dalam skala kecil maupun ukuran sebenarnya.

Macamnya:

a. Pita Ukur : Merupakan lajur panjang yang lebarnya 1 cm

dan panjang 150 cm untuk mengukur tubuh

dalam pembuatan pola dan menhgukur kain

b. Veterban : Merupakan lajur yang panjang berbentuk

gulungan lebarnya 1-2 cm terbuat dari kain

berwarna putih menyerupai pita berfungsi

untuk member tanda pada bagian yang akan

diukur.

c. Skala : Lajur panjang dengan lebar 5 cm dan panjang

30 cm terbuat dari kertas menyerupai ukuran

skala ¼, ½, 1/3 dan 1/6.

d. Penggaris

· Penggarisn Lurus : Menggambar atau menggaris lurus pada waktu

menggambar pola.

· Penggaris Lengkung : Untuk membuat kerung lengan, panggul dan

garis hias princess.

e. Pensil Merah Biru : Untuk menggambar pola yang sudah dianggap

benar. Merah bagian depan, dan biru bagian

belakang.

f. Buku Kostum : Untuk menggambar pola ukuran kecil.

g. Kertas Doorslag : Untuk membuat rancangan bahan dan

menjiplak pola.

h. Kertas Koran atau Payung : Untuk membuta pola yang besar

2. Alat Menjahit dengan Tangan

Alat untuk membuat tusuk jahit atau tusuk hias yang digunakan dengan tangan.

a. Jarum Runcing : Untuk membuat tusukan jelujur untuk

mengesum digunakan pada kain yang rapat.

b. Jarum Tangan Tumpul : Untuk membuat kruistik.

c. Jarum Kait atau Hak Pent (Jarum Melengkung)

d. Bidal : Untuk melindungi jari tangan ketika menggunakan

jarum runcing.

e. Karbon : Untuk member tanda jahitan pada bahan sebelum

dipotong.

f. Gunting

· Gunting Zig-zag : Untuk menyelesaikan tepi kain.

· Gunting Kertas : Untuk menggunting kertas.

· Gunting Kain : Untuk menggunting kain.

· Gunting Bordir : Untuk menggunting kain yang dibordir.
·
Gunting Lubang Kancing : Untuk menggunting lubang kancing yang belum terbuka.

· Gunting pendedel : Untuk menggunting benang saat salah.

g. Rader : Untuk memeberi tanda pada jahitan.

h. Kapur Jahit

i. Bantalan Jatum

j. Jarum Pentul

3. Alat Menjahit dengan Mesin

· Berdasarkan bentuknya :

a. Mesin Jahit Tangan

b. Mesin Jahit Kaki

c. Mesin Jahit Dynamo

· Berdasarkar Fungsinya :

a. Mesin Jahit Lurus dan Zig-zag

b. Mesin Obras

c. Mesin Kelim (Overdag)

d. Mesin Pemasang Kancing

e. Mesin Woolsum

f. Mesin Pengesum

· Berdasarkan Merknya :

a. Butterfly

b. Singer

c. Toyota

d. Juki

e. Universal

f. Paff

g. Winda


MACAM-MACAM CARA PENYELESAIAN

1. Penyelesaian dengan Depun

Depun yaitu lapisan menurut bentuk yang letaknya kedalam kelim depun dapat diartikan melapis/mengelim pinggiran kain dengan menggunakan kain lain yang sama bentuknya atau (sama sebangun), jika yang akan dilapisi bundar maka depunnya bundar juga, dan bila segi empat depunnya segi empat juga. Dengan lebar keliman 3 atau 4 cm atau sesuai keinginan tapi harus di seimbangkan.


Teknik Menjahit Depun:

· Gunting depun sesuai dengan bentuk yang akan didepun (leher).

· Letakkan baik depun berhadapan dengan baik busana kemudian dijahitkan tepat pada garis pola dengan bantuan jarum pentul atau jelujuran.

· Rapikan tiras dan diretak-retak sampai batas jahitan dengan jarak 1 s.d. 2 cm.

· Tindih dari atas depun dan arahkan tiras kedepun.

· Pinggir depun disom dengan mengobras terlebih dahulu atau melipatkan ke dalam 2 cm

2. Penyelesaian dengan Serip

Serip yaitu lapisan menurut bentuk/kain serong yang hasil lapisannya menghadap keluar. Serip berfungsi untuk penyelesaian pinggiran busana, disamping itu serip juga berfungsi untuk hiasan atau variasi bagian busana. Serip sering dipakai pada garis leher, kerung lengan, ujung lengan, ataupun pinggir/bawah rok. Warna kain yang digunakan untuk serip, bisa kombinasi atau kain yang warnanya sepadan (serasi).

Cara menjahitnya:

a. Tehnik menjahit serip sama dengan menjahit depun, tapi serip hasilnya menghadapnya ke luar dan kalau depun hasilnya menghadap kedalam. Teknik meletakan bahan, waktu pemasangan serip kain bagian baik menghadap ke bagian buruk busana kemudian dijahit pada garis pola.

b. Tiras jahitan dirapikan dan digunting-gunting kecil/halus menggunakan ujung gunting.

c. Kampuh dijahit dengan posisi tiras diarahkan keluar (kampuh terjahit).

d. Dibalikan (diarahkan ke luar) dan dipres dengan seterika agar rapi.

e. Penyelesaian serip setelah dilipatkan ke dalam lebih kurang 0.5 cm dijahit pada pinggir.

3. Penyelesaian dengan Rompok

Rompok adalah penyelesaian pinggir pakaian dengan menggunakan kumai serong atau bisban. Rompok sering digunakan untuk menyelesaikan lingkar kerung lengan, garis leher dan sebagainya. Besarnya hasil rompok untuk lingkar kerung lengan adalah 0.5 s.d 0.7cm yang tampak dari bagian baik dan bagian buruk. Kumai serong didapat dengan menggunting bahan (kain) dengan arah serong (diagonal) dengan cara melipat bahan/kain dengan sudut 45 derajat dengan lebar Sedangkan bisban dapat dibeli di pasaran. Bisban tersedia dengan bermacam- macam warna.

  1. Cara membuat kumai serong, kain dilipat dengan sudut 45 derajat, diukur sesuai dengan lebar yang diinginkan, lalu digunting sesuai dengan tanda.
  2. Cara menyambung kain serong berbeda dengan kain lurus. Menyambung kain serong harus sesuai dengan arah benang.
  3. Kegunaan rompok, selain untuk penyelesaian pinggiran pakaian, juga dipakai sebagai variasi atau hiasan pakaian yang biasa dipakai pada bagian leher, kerung lengan, ujung lengan, pada garis princes, garis empire atau pada kerah.
  4. Cara menjahitkan rompok pada garis leher sebagai berikut: Tempat memasangkan rompok pas pada tanda pola.
    • Jahitkan kain serong pada pinggir yang akan dirompok lebih kurang 0.6 cm dari bagian baik, bagian baik bahan berhadapan, dan rapikan bis sesuai lebar yang diinginkan
    • Dilipatkan ke dalam dengan lebar yang diinginkan dan di bagian dalam tiras kain serong dilipatkan melebihi batas rompok sebesar 1 mm.

B. Blus dengan Garis Leher Lingkar

Langkah-langkah membuat :

Menyiapkan pola dan bahan

gunting bahan sesuai pola dengan menambah kampuh 1 cm, bagian kelim bawah 3 cm dan bagian TB 3 cm.

.letakkan pola diatas bahan yang akan dipotong, bagian TM pada lipatan dan bagian TB pada tepi kain.

· Obras bagian kelim, lengan, TB, bahu, sisi dan leher.

· Menyambung bagian bahu dengan kampuh buka.

· Menyambung bagian sisi dengan kampuh buka.

· Beri vislin di bagian leher dan lengan.

· Sambung leher dan lengan, agar bisa di tekuk kedalam digunting cekrik bagian kampuhnya.

· Beri kancing tindih.

· Untuk penyelesaian akhir blus di rapikan denghan disetrika.

C. Blus dengan Garis Leher V

Langkah-langkah membuat :

· Menyiapkan pola dan bahan.

· Letakkan pola diatas bahan yang akan di potong, bagian TM pada lipatan dan bagian TB pada tepi kain.

· Gunting bahan sesuai pola dengan menambah kampuh 1 cm, bagian kelim bawah 1,5 cm dan bagian TB 3 cm.

· Pada bagian bawah diberi strook, dengan menggunting kain dengan lebar 6 cm dengan panjang 2 ½ x lebar bagian bawah pakaian.

· Penyelesaian kerung leher dan kerung lengan dengan srip dengan lebar 2 cm.

· Bagian sisi, belakang dan bahu dengan kampuh lipat kecil.

· Untuk menyambung strook dan atasan dengan kampuh balik semu.

· Bagian belakangannya menggunakan kancing kait kecil

· Untuk penyelesaian akhir blus di rapikan denghan disetrika.

D. Blus dengan Garis Leher Segiempat

Langkah-langkah membuat :

· Menyiapkan pola dan bahan organdi.

· Letakkan pola diatas bahan yang akan di potong, bagian TM pada lipatan dan bagian TB pada tepi kain.

· Gunting bahan sesuai pola dengan menambah kampuh 1 cm, bagian kelim bawah 1 cm dan bagian TB 3 cm.

· Menyambung bahu dan sisi dengan kampuh kostum.

· Bagian kerung lengan dan kerung leher dengan serip dan di selesaikan dengan sum.

· Bagian belakang kampuhnya dengan klim gulung dan di sum.

· Menggunting kain dengan melingkar atau circle lebar 6 cm dengan panjang sesuai bagian bawwah pakaian.

· Kelim menggunakan kelim gulung dengan besar ½ cm.

· Bagian belakang menggunakan kancing kait.


E. Blus dengan Garis Leher Bulat dengan Rompok

Langkah-langkah Membuat :

· Menyiapkan pola dan bahan.

· Letakkan pola diatas bahan yang akan di potong, bagian TM pada lipatan dan bagian TB pada tepi kain.

· Gunting bahan sesuai pola dengan menambah kampuh 1 cm, bagian kelim bawah 1,5 cm dan bagian TB 3 cm.

· Menyambung bahu dan sisi dengan kampuh balik.

· Bagian TB dengan kaampuh buka, pinggirnya dijahit kecil.

· Gunting bahan yang bagian bawang dengan ukuran 2x lingkar bawah, lalu dikelim dan dibuat kerut. Dan sambung dengan lingkar bawah dengan cara kampuh digeser.

· Bagian lengan dan leher dirompok, maksimal ½ cm.

· Bagian belakang diberi kancing kait dengan tren.



F. Blus dengan Garis Leher Bulat dengan Lipit Sungkup

Langkah-langkah Membuat :

· Siapkan kain bermotif dan kain polos.

· Letakkan pola diatas bahan yang akan di potong, bagian TM pada lipatan dan bagian TB pada tepi kain.

· Gunting bahan sesuai pola dengan menambah kampuh 1 cm, bagian kelim bawah 1 cm dan bagian TB 3 cm.

· Lalu mulai menjahit bagian belakang dengan membuat belahan yang panjangnya 5 cm dari kerung leher.

· Pada bagian depan terdapat pas dada/ garis empire, dan potongan bagian atas diberi lipit- lipit kecil, untuk itu jahit potongan bagian atas dahulu, yaitu membuat lipit lipit kecil tersebut baru disambungkan dengan potongan bagian bawah.

· Selanjutnya buat saku tempel, pinggirnya diberi kerutan dengan kain motif.

· Lalu sambungkan bagian bahu depan dan belakang dengan kampuh balik, begitu juga dengan bagian sisi depan dan belakangnya.

· Setelah itu bagian kerung leher dan kerung lengan diselesaikan dengan hiasan rompok.



H. Membuat Saku Paspoille dengan Klep

Langkah-langkah Membuat :

Tidak jauh beda dari saku paspoal yang tanpa klep.

· Siapkan bahan terlebih dahulu.

· Potong kain motif dan polos sesuai pola yang telah ditentukan.

· Potong juga viselin sesuai kebutuhan.

· Tempelkan viselin ke kain yang telah di per siapkan, lalu buat garis yang nantinya akan dibuat untuk lubang paspoal.

· Setelah di gambar dan di jahit, bentuk lubang paspoal yang lebarnya telah di tentukan.

· Buat dan bentuk klep sesuai pola yang telah di tentukan.

· Pasang klep ke dalam lubang saku paspoal.

· Jahitkan furing untuk pembuatan tempat saku bagian dalam.

· Selesaikan saku bagian dalam.

· Dan sedikit rapikan dengan cara di setrika.


I. Membuat Saku Vest

Langkah-langkah Membuat :

· Siapkan bahan bahan bermotif dan bahan yang polos.

· Potong kain sesuai pola yang telah di tentukan.

· Potong viselin sesuai kebutuhan.

· Pasang viselin ke dalam kain yang telah di siapkan, seperti kain yang di gunakan untuk vestnya.

· Seperti pembuatanpada saku paspoile, kain yang sebagai bahan utama di gambar terlebih dahulu, yang nantinya di gunakan untuk lubang saku vest.

· Setelah di gambar, jahit dengan kain yang ingin digunakan untuk vestnya.

· Bentuk Vest sesuai pola, bagian dalam sambungkan dengan furing, lalu di lipat dan menjadi tempat saku.

· Dirapikan sedikit dengan di setrika.


J. Membuat Saku Occordion atau Saku Tentara

Langkah-langkah Membuat :

· Siapkan bahan bahan bermotif dan bahan yang polos.

· Potong kain sesuai pola yang telah ditentukan.

· Potong kain keras sesuai kebutuhan untuk klep.

· Jahit kain polos / kain motif , dibentuk seperti pada contoh , yang lalu di tempelkan dengan cara di jahit di bahan utama.

· Setelah selesai dengan saku tentara tersebut.

· Buatlah klep untuk saku tersebujt dengan dengan kain keras.

· Lalu jahit diatas saku tentara kira- kira 1 cm jaraknya,

· Setelah itu sedikit rapikan dengan di setrika.

K. Membuat Saku dalam Samping

Langkah-langkah Membuat :

· Siapkan kain polos maupun bermotif.

· Potong kain- kain tersebut sesuai pola yang telah di tentukan.

· Lalu jahit bentuk luar dari saku tersebut, apakah mau lurus ataukah di lengkungkan. Sedikit teknik tindih.

· Lalu pasangkan saku dalam bagian depan tersebut dengan bagian yang belakang. Jahit tempat sakunya.

· Jahit sisinya.

· Lalu penyeleseian akhir dengan di obras dan,

· Sedikit dirapikan dengan di setrika.

L. Memasang Macam-macam Pita dan Renda

Langkah-langkah Membuat :

· Siapkan bahan atau kain yang akan ditempel atau dijahit pita/ renda.

· Siapkan pita-pitanya :

o Untuk Pita sateen “all size” ,pita beading , rumbai dijahit dua sisinya atas dan bawah.

o Untuk pita hias ada dua cara : dijahit dan disum.

o Untuk renda katun,renda air hanya dijahit salah satu sisi bagian atas lalu dijahit tindas pada jain bagian baik.

o Renda border yaitu hanya dijahit satu sisi bagian atas.


M. Cara Memasang Macam-macam Kancing

1. Kancing Bungkus

· Buat fragmen baju bagian muka atau depan saja.

· Bagian kiri dipasang kancing bungkusnya, kira-kira masuk kedalam 1 cm.

· Bagian kanan di beri lubang kancing dengan ukuran sesuai dengan kancingnya(posisi lubang kancing horizontal), sekelilingnya dijelujur dulu dengan satu benang, bagian atas dan bawah dengan tusuk veston berkepala, bagian tepi dengan tren.

2. Kancing Lubang 2 dan 4

· Dibawahnya kancing bungkus beri kancing lubang 2 dan 4. Posisi kancing tidur.

· Bagian kanan di beri lubang kancing dengan ukuran sesuai dengan kancingnya(posisi lubang kancing vertikal), sekelilingnya dijelujur dulu dengan satu benang, bagian atas dan bawah dengan tusuk veston berkepala, bagian tepi dengan tren.

3. Kancing Hias

· Dibawahnya kancing lubang 2 dan 4 beri kancing hias.

· Bagian kanan di beri lubang kancing dengan ukuran sesuai dengan kancingnya(posisi lubang kancing horizontal), sekelilingnya dijelujur dulu dengan satu benang, bagian atas dan bawah dengan tusuk veston berkepala, bagian tepi dengan tren.

4. Kancing Tindih

· Dibawah kancing hias beri kancing tindih.

· Sebelah kiri kancing tindih bagian bawah, sedangkan bagian kanan kancing tindih bagian atas.

· Lubang hanya dijahit balut dengan benang, pemasangan lubang-lubang bagian atas dan bawah jangan sampai bertemu.

5. Kancing Jas

· Buat fragmen baju bagian muka atau depan saja.

· Bagian kiri dipasang kancing jasnya, kira-kira masuk kedalam 1 cm.

· Lubang kancing posisinya tidur.

· Sebelah kanan beri lubang kancing paspoille ukuran disesuaikan dengan kancingnya. Kanan kiri diberi kelonggaran masing-masing 1-2 mm.

· Potong kain dengan ukuran sesuai dengan ukuran kancing jasnya sebelum dipotong beri kampuh kanan, kiri, atas dan bawah dengan besar 2 cm. beri garis tengah di besar lubang kancing, jadi ½ dari 1 cm. lalu dijahit disekeliling batas-batas lubang. Lalu potong pada garis tengahnya disisakan ½ cm lalu digunting menyudut. Terus dibalik.

· Bagian depan dan lapisan belakang dibuat sama.

· Lalu lapisan paspoal atas, bawah dan tepi dijahit.

6. Kancing Kait Kecil

· Sebelah kanan dilapisan bawah dijahit kancing kait bagian atas.

· Lubang-lubang di jahit balut sampai penuh.

· Sebelah kiri diberi kancing bagian bawahnya. Lalu dijahit kancingnya, bias juga dengan cara tren.

7. Kancing Kait Besar

· Sebelah kanan dilapisan bawah dijahit kancing kait bagian atas.

· Lubang-lubang di jahit balut sampai penuh.

· Sebelah kiri diberi kancing bagian bawahnya (posisi berdiri) . Lalu dijahit kancingnya.

masa kecil ku :)

Selasa, 20 Desember 2011

ini album poto gue waktu baru lahir lhoo, sampe poto sekarang :) hihihihi. kangen masa kecil jadinya. semakin besar semakin tua dan semakin banyak tanggung jawab . huaa

Tips Memilih Buah

Banyak sekali diantara kita menyukai buah-buahan, Buah adalah suatu jenis makanan yang sangat bermanfaat bagi tubuh karena banyak mengandung vitamin , serat alami , dan berbagai zat yang bisa membuat tubuh kita sehat, Selain itu buah juga digunakan sebagai variasi dalam campuran makanan berat, kecantikan dan sebagai obat. Banyak sekali macam-macam buah di sekililing kita yang bisa di konsumsi dan mudah di dapatkan.

Tapi sering sekali terjadi pada produsen, melakukan kecurangan agar dagangan mereka laris, selain dicampur dengan pewarna, kadang dicampur juga dengan pengawet. Jadi sebagai konsumen kita harus teliti dalam memilih buah-buahan yang sehat dan baik dalam pembahasan ini, saya akan menjelaskan cara memilih yang yang baik

Bagi kalian penggemar buah - buahan, yang suka memilih buah di toko tentunya jadi hal gampang-gampang susah. Ini tips dari saya saran bagaimana cara kita memilih buah buahan yang baik dan segar. Kecuali Anda punya kebun buah-buahan sendiri atau membeli dari petani di pasar lokal, yang bisanya menjual buah ‘matang sempurna’ dan juga masih segar dipetik dari pohon. Namun, untuk yang hidup diperkotaan, toko buah tentunya satu-satunya pilihan yang mudah. Masalahnya, toko-toko ini biasanya menyediakan buah-buahan yang dipasok dari tempat yang jauh, bisa diimpor atau dikirim dari pedesaan. Meski dalam pengiriman, buah-buah itu dilindungi dengan bahan keras supaya tidak rusak saat sampai tempat tujuan, namun tidak menjamin buah-buahan ini tidak cacat.

Tidak semua buah dipanen setelah matang. Namun bisa jadi lebih lunak, berair, dan tidak asam, dan getahnya berubah jadi rasa manis setelah buah ini dipetik. Jadi, sangat penting memilih buah dengan kualitas terbagus saat Anda berbelanja di toko buah. Ada berjenis buah-buahan yang tak perlu dimatangkan di rumah , diantaranya : jeruk, anggur dan nanas. Buah-buah ini harus segera di masukan lemari pendingin atau jadi busuk.

Sedang buah-buahan yang harus dimatangkan di rumah diantaranya: Pisang, buah pir, pepaya dan kiwi. Buah-buahan jenis ini memancarkan gas ethylene , yang mempercepat proses kematangan. Tempatkan buah jenis ini di kantong kertas dan tutup bagian atasnya untuk membantu gas ini tak menguap keluar, dan membuat buah matang lebih cepat. Pisang, pada umumnya banyak menghasilkan gas ethylene, jadi jika ditutup dalam kantong kertas bersama buah-buah lainnya, akan mempercepat proses pematangan. Periksalah secara teratur, untuk menghindari buah jadi busuk.

Setelah masak, letakan di tempat dingin dan lembab. Tapi, buah-buahan ini juga butuh ruang untuk ‘bernafas’, jadi jangan dibungkus dalam tas plastik. Buka plastik dari supermarket sebelum meletakannya di lemari pendingin.

Tips-tips memilih buah-buahan antara lain :

1. Apple

Buah ini seharusnya keras jika ditekan dan renyah saat digigit. Jika anda dapat menekan permukaan buah dengan jari, ini pertanda akan terasa mengecewakan jika dimakan. Buah ini mungkin hanya dapat bertahan selama beberapa minggu di lemari pendingin.

2. Pisang

Buah ini harusnya berwarna kuning atau hijau tanpa ada kecoklatan. Pisang termasuk jenis buah yang cepat matang, jadi pilihlah yang masih setengah matang. Berlawanan dengan kepercayaan populer, Anda bisa menyimpannya di lemari pendingin setelah buah ini matang. Kulitnya mungkin akan berubah warna jadi kegelapan, tapi di dalam rasanya masih tetap enak.

3. Melon

Buah ini biasanya dijual dalam keadaan cukup keras pada permukaannya. Namun, beberapa diantaranya mungkin sudah sangat masak, tapi sebagian lainnya belum sampai masak. Matangkan buah ini selama beberapa hari di ruang bertemperatur. Tapi saat memilih, hindari melon yang bagian kulitnya lembek.

4. Anggur

Buah ini dalam kondisi paling segar saat masih terletak pada tangkainya. belilah anggur yang masih menempel pada tangkai yang berwarna hijau. Hindari memilih buah anggur yang berkerut dan lembek, itu menandakan sudah hampir busuk. Buah ini dipetik dalam keadaan masak, jadi langsung masukan lemari pendingin setelah membeli atau setelah beberapa saat.

5. Kiwi

Buah ini masak dengan baik secara keseluruhan, tapi berproses secara perlahan, jadi belilah kiwi seminggu sebelum Anda menggunakannya. Pilih buah yang gemuk dan padat tapi jangan diguncang terlalu kuat.

6. Jeruk

Buah ini memiliki penjagaan kualitas luar biasa. Biasanya jeruk dipetik saat sudah matang. Pilihlah buah yang tidak lembek dan berkulit mulus. Warna kulit tidak menjamin akan rasanya. Buah yang berukuran kecil hingga sedang biasanya terasa lebih manis dari pada yang lebih besar. Simpan buah jeruk ditempat yang sejuk, dan ini akan bertahan hingga beberapa minggu.

7. Pir

Buah ini layak dibeli saat dalam keadaan masih keras, tapi akan matang dengan cepat jika ditaruh di dapur Anda. Saat terasa agak empuk saat ditekan, waktunya Anda memindahkan buah ini ke lemari pendingin atau di sajikan.

8. Nanas

Kunci untuk mempertahankan rasanya, jangan menantinya terlalu matang untuk disantap. Pilih buah nanas yang berwarna kuning cerah, yang tidak terlalu keras, dan beraroma manis. Pilih yang gemuk dan berat. Hindari yang warna kuningnya memudar, layu atau terlihat kecoklatan, atau terlihat kering pada keseluruhan bagian.

9. Semangka

Untuk memilih buah ini, ketukan jari Anda pada buahnya, kalau terdengar suara bergema, buah itu yang terbaik. Putar semangka hingga Anda temukan titik bekas tangkainya. Jika berwarna kekuningan, semangka itu telah benar-benar matang, jika berwarna putih berarti belum matang. Setelah dipotong, sisa buah harus dimasukan kulkas dan dapat dimakan dalam beberapa hari.

10. Stroberi
mencari stroberi yang matang cenderung lebih mudah. Anda hanya perlu melihat warna merahnya. Semakin tua warnanya maka semakin matang stroberi tersebut. Jangan memilih stroberi yang memiliki warna kehijauan atau kekuningan, karena rasanya pasti masih asam. Jangan juga memilih stroberi yang terlalu besar, karena biasanya kadar air stroberi itu lebih banyak sehingga rasanya tawar.

11. Mangga

Kematangan mangga tak selalu bisa dilihat dari warna kulitnya. terkadang ada mangga yang sudah matang namun kulitnya masih berwarna hijau tua. Ciri-ciri mangga yang matang adalah daging buahnya yang lebih lembut. Coba tekan kulit mangga saat membelinya, untuk memilih mangga yang matang. Biasanya, magga yang matang juga mengeluarkan aroma yang harum.

12. Alpukat

- Kocok-kocok alpukat, pilih yg berbunyi, tandanya sudah matang

- Kulitnya yang sudah matang biasanya hijau mulus


13. Duku

- Kulitnya tipis, lembut dan agak hitam


14. Manggis

- Pilih yang kulitnya lembut dan tidak begitu keras bila ditekan

- Warnanya ungu tua segar. Raba seluruh permukaan, jika ada yang masih keras tandanya bagian tersebut belum matang atau busuk

- Tangkainya utuh dan hijau segar

- Cemplungkan manggis ke dalam air. Bila terapung tandanya manggis tersebut bagus


15. Pepaya

- Bentuknya lurus atau panjang. Jangan pilih yang atasnya kecil bawahnya besar atau sebaliknya

16. Sawo

- Pilihlah yang sudah berwarna coklat tua

- Jangan dipilih kalau di kulitnya masih menempel bekas getah


17. Durian

- Durinya yang melebar dan daging durinya sudah agak lunak

- Aromanya yang harum dan kuat, kulitnya tidak ada yang bolong

- Kalau dipukul-pukul bunyinya buk..buk..berat mantap

- Potong tangkainya, kalau tengahnya kuning berarti bagu